Celebrity
Joseph Gordon-Levitt Membeli Idealisme

8 Jan 2013

The Dark Knight Rises, Premium Rush, Looper, dan Lincoln:  empat film dalam setahun. Apakah ia tidak kelelahan? “Bagi saya, bekerja adalah cara saya untuk bersenang-senang. Saya senang berkumpul bersama orang-orang, menghadiri acara makan malam, dan menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama mereka,” jelas Joe, yang mengidolakan aktor pemain watak, Daniel Day-Lewis, Gary Oldman, dan Meryl Streep.
   
Joseph Gordon-Levitt lahir di tengah keluarga ekonomi menengah. Ayahnya, Dennis Levitt, adalah produser berita di radio KPFK-FM, sedangkan ibunya, Jane Gordon, merupakan mantan politikus dari partai Peace and Freedom pada tahun 1970-an. Darah seni sepertinya ia dapat dari sang kakek, Michael Gordon, sutradara film klasik kontroversial Pillow Talk, yang dibintangi Doris Day-Rock Hudson.

Merintis karier sejak usia dini, bisa dipastikan tabungan melimpah yang kini ia miliki. Namun, berbeda dengan kebanyakan bintang muda yang menghamburkan uang untuk liburan mewah, atau membeli properti bernilai jutaan, bahkan miliaran dolar AS, Joe punya cara lain untuk ‘menghabiskan’ uangnya. Ia memilih membeli idealisme dengan membangun komunitas kreatif online hitRECord.org.

Di komunitas ini berkumpul para seniman yang saling menyumbangkan ide dalam sebuah kolaborasi untuk membuat film pendek, musik, buku, atau bentuk karya seni lainnya. Demi proyek idealisnya ini, Joe tidak segan-segan menggelontorkan dana 500.000 dolar AS (sekitar Rp4,8 miliar). “Saya beruntung bisa mendapatkan uang dari berakting, dan menurut saya beginilah harusnya uang itu digunakan, yaitu untuk mewujudkan apa yang saya percayai, bukan untuk membeli tiga rumah mewah,” ujarnya.
Advertisement

Bersama komunitasnya ini, Joe sering mengundang teman-teman artisnya untuk berkolaborasi mentas di atas panggung seni independen mereka. Sebab, hanya di sini kita bisa tahu bahwa Anne Hathaway tak hanya bisa berakting, tapi juga punya bakat menyanyi. Demikian juga dengan sahabat Joe yang lain, seperti Neil Patrick Harris dan Zooey Deschanel. Tak ada batasan dan atribut selebritas, yang ada hanyalah komunitas orang yang menghargai seni.

Gagasan komunitas kreatif virtual ini didirikan Joe bersama almarhum kakaknya, Dan Gordon-Levitt, fotografer dan seniman api yang meninggal tahun 2010, dengan dugaan penyebab kematian overdosis. Setelah kematian kakaknya, aktivitas komunitas ini sempat terhenti.

Kini, komunitas yang berawal di tahun 2005 ini telah berkembang pesat. Baru-baru ini mereka merilis sebuah antologi, bertitel RECollection, yang terdiri atas DVD berisi film-film pendek, sebuah CD musik, dan buku kumpulan cerita pendek berjudul Tiny Book of Tiny Stories, yang di dalamnya juga memuat tulisan Joe. RECollection ini didedikasikan khusus untuk mengenang mendiang kakaknya, Dan. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?