Bentuk lanjutan dari corn syrup adalah high fructose corn syrup (HFCS) atau sirop fruktosa. Sirop ini mengalami proses perubahan glukosa menjadi fruktosa sehingga memiliki rasa yang sangat manis. Warnanya tetap bening, namum dengan tekstur yang lebih kental.
Serupa corn syrup, penanganan HFCS lebih mudah dibandingkan gula biasa. Itu sebabnya, para penjual kue tart menambahkan sirop ini dalam pembuatan buttercream agar tetap kokoh.
Rasanya lebih manis dari gula cair dan madu, serta lekas larut dibanding madu sehingga lebih mudah menggunakannya dalam campuran minuman dingin. Sebab itu pula, agave nectar menjadi pengganti madu dalam sejumlah resep.
Maple syrup: Berasal dari getah pohon maple yang dimasak menjadi cairan kental dengan rasa manis. Proses ini mengubah wujud beningnya menjadi kecokelatan karena proses karamelisasi. Suku Indian di Amerika Utara dulu menjadikannya juga sebagai obat-obatan.
Sirop yang menemani pancake dan waffle ini bermula dari Kanada, negara yang melambangkan daun pohon maple di benderanya. Di sana juga lazim ditemui gula butiran dari getah pohon maple, untuk minuman hingga pembuatan dessert. (f)