Soal daya tarik, jati belanda tak kalah cantik dibanding jati biasa. Selain ‘mata kayu’ yang besar dan eksotis, jati belanda juga punya alur urat kayu yang menonjol kecokelatan dan permukaan kulit yang cerah. Belum lagi tekstur yang halus sehingga terlihat apik dan bersih tanpa tambahan finishing lainnya. Terlebih, tidak ada perawatan yang harus ditambahkan karena jati belanda adalah jenis kayu yang tidak disukai oleh rayap. Sifat ringan jati belanda dikarenakan partikel kayunya yang tidak terlalu rapat dan padat. Ini tentu jadi pertimbangan agar jati belanda tidak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, tapi lebih cocok sebagai dekorasi dan furnitur saja. (f)