“Beberapa gejala tekanan darah rendah adalah perasaan lelah, melayang, pusing, mual, kulit basah, depresi, penurunan kesadaran, hingga pandangan kabur. Beberapa gejala seperti lelah, melayang, pusing, juga muncul pada penderita anemia,” papar dr. Luciana.
Selain yang sudah disebutkan di atas, gejala-gejala anemia lainnya adalah pucat, lemah, sesak napas, sakit dada, sering infeksi, dan sakit kepala. Karena itu, untuk dapat mengetahui secara pasti apakah keluhan yang kita alami merupakan gejala anemia atau justru tekanan darah rendah, perlu dilakukan pengukuran tekanan darah dan kadar hemoglobin darah.
Pusing dan sakit kepala sering dirasakan penderita anemia karena tubuh mereka kekurangan Hb yang merupakan bagian penting dari sel-sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika kadar Hb dalam tubuh kita rendah, sel-sel dalam tubuh kita tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Sehingga, gejala-gejala anemia muncul karena organ-organ tubuh kita tidak dapat bekerja dengan baik.
Karena itu, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, dr. Luciana menyarankan agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan membuat rujukan apakah Anda perlu melakukan tes laboratorium lebih lanjut berdasarkan keluhan Anda.
Ia mengingatkan untuk tidak menyepelekan anemia, apalagi memutuskan sendiri cara untuk mengatasinya, seperti mengonsumsi suplemen penambah darah yang bisa dibeli bebas di apotek dan supermarket. Pasalnya, agar efektif, dosis suplemen penambah darah pun harus ditentukan oleh dokter berdasarkan keadaan pasien yang didukung hasil pengukuran laboratorium.
Alasan lain Anda tak bisa menyepelekan anemia adalah bisa jadi anemia merupakan sinyal dari tubuh Anda bahwa ada penyakit lain yang perlu Anda waspadai, seperti kanker dan miom. Kanker pada saluran pencernaan seperti kanker usus besar menyebabkan penyerapan zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah terganggu.
Miom dalam rahim yang menyebabkan menstruasi yang sangat banyak pada wanita juga bisa menyebabkan seseorang kehilangan banyak sel darah merah. Leukemia dan kanker darah, serta gangguan imunitas yang menyebabkan penghancuran sel darah merah lebih cepat, juga termasuk penyebab anemia yang patut dicurigai.
“Jadi, sebaiknya jangan melakukan diagnosis sendiri. Jika merasakan keluhan-keluhan anemia, harus segera dicari penyebabnya dari berbagai kemungkinan dan penyakit,” tegas dr. Luciana. Apalagi, akibat dari anemia tidak bisa dianggap remeh. Selain dapat mengganggu produktivitas belajar dan bekerja, pada wanita, anemia pun dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan pola menstruasi. (f)