Anti aging itu tidak sekadar kulit bebas kerut. Anti aging medicine sendiri merupakan spesialisasi ilmu kedokteran yang melakukan deteksi awal, perawatan, dan pemulihan masalah akibat penuaan berupa disfungsi, kelainan, atau penyakit. Tujuan besarnya, agar usia lebih panjang dalam kondisi sehat.
“Kuncinya terletak pada kata ‘sehat’, bukan muda. Sebab, menjadi tua seiring usia itu adalah hal alami yang tidak bisa ditolak. Tapi, menjadi sehat dan memiliki hidup berkualitas hingga usia lanjutlah yang harusnya diupayakan oleh semua orang. Dan ini bukan persoalan kosmetik, tapi gaya hidup,” terang dr. Phaidon Toruan, MM, pakar diet sehat, yang kerap melayani berbagai pertanyaan via akun Twitter @dr_Phaidon.
- Paparan radikal bebas. Sel tubuh memiliki umur hidup. Misalnya, sel kulit berumur 30 hari. Setelah itu sel akan diganti dengan sel baru. Apabila sel kulit terpapar radikal bebas terus-menerus, misal dari asap rokok, bahan kimia, kosmetik dengan kimia sintetis, sinar rontgen, makanan dalam kemasan yang digoreng dengan panas tinggi, bahkan stres, maka sel kulit akan rusak lebih cepat. Apabila ini terjadi terus-menerus, maka jatah pembentukan sel baru akan berkurang. Kulit pun lebih cepat tampak tua.
- Hormon. Melewati usia 30-an, orang mengalami penurunan hormon. Ada yang mulai di usia 30-an, ada yang di 39 tahun. Hormon yang berkurang, misalnya growth hormone, menyebabkan penurunan massa otot yang mengakibatkan perubahan bentuk tubuh, lebih mudah gemuk, atau pergerakan menjadi lebih lambat. Apabila tidak diatasi, maka terjadi penuaan dini pada bentuk dan fungsi tubuh.
- Genetis. Penuaan dini yang disebabkan oleh kelainan genetika. “Jika Anda menjalankan program anti aging secara utuh, bukan sekadar ‘perawatan kosmetik’ atau kulit luar, maka Anda memampukan tubuh melakukan regenerasi sel sama seperti atau mendekati usia muda,” ungkap dr. Phaidon. Tubuh kita tersusun oleh sekitar 100 triliun sel-sel hidup. Apabila salah satunya mati, tubuh akan menggantikannya dengan sel baru secara berkala. Kemampuan tubuh untuk meregenerasi dirinya sendiri ini merupakan bagian dari mekanisme anti aging. Namun, kemampuan sel ini akan maksimal ketika Anda memiliki pola hidup dan makan yang tepat. Misalnya, dengan melakukan olahraga rutin sesuai porsi, mengonsumsi nutrisi lengkap yang kaya antioksidan, membantu merestorasi hormon, mengonsumsi makanan yang tidak bersifat radikal bebas, dan istirahat yang cukup. Apabila syarat nutrisi dan gaya hidup ini tidak terpenuhi, maka sel akan tetap melakukan proses regenerasi. Hanya, prosesnya akan berjalan lambat, dan sel baru yang dihasilkan tidak seunggul sel sebelumnya. (f)