- Menurut situs Hand Hygiene Europe, manusia memiliki sekitar 2 hingga 10 juta bakteri di antara ujung jari dan siku.
- Tangan basah menyebarkan kuman 1.000 kali lebih banyak daripada tangan kering.
- Jumlah kuman pada ujung jari bertambah dua kali lipat setelah Anda menggunakan toilet.
- Kuman dapat bertahan hidup di tangan Anda sampai tiga jam.
- Jutaan kuman bersembunyi di balik aksesori yang Anda kenakan, misalnya di bawah jam tangan, gelang, atau cincin.
Departemen Kesehatan Rhode Island, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kebersihan tangan yang tidak memadai menyebabkan terjadinya 1 dari 4 kasus kesehatan yang ditularkan melalui makanan. Hal ini karena pengolahan bahan makanan yang tidak higienis, sehingga terjadi penyebaran wabah penyakit oleh bakteri salmonela.
Mengutip data WHO, perilaku mencuci tangan memakai sabun mampu mengurangi angka kasus diare hingga 45%. Selain itu, kebiasaan sehat ini dapat pula mencegah penyebaran penyakit cacingan, serta menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan akut dan flu burung hingga 50%. Penyakit mata dan infeksi kulit juga dapat dicegah.
3. Penting Pakai Sabun
4. Bantuan Zat Aktif
Supaya lebih ampuh, produsen sabun biasanya menambahkan bahan aktif yang bersifat antibakteri. Triclosan adalah bahan kimia yang paling sering digunakan dalam sabun antibakteri. Namun, kini banyak produk menggunakan bahan alami karena keunggulan tersendiri. Salah satunya, bahan antibakteri alami nectarol. Kelebihan produk alami, selain efektif membunuh kuman juga umumnya lebih sedikit memiliki efek samping, seperti iritasi. Sebaliknya, dapat menjaga kulit agar lembut dan lembap.
5. Saat Cuci yang Tepat
Waktu yang tepat juga memengaruhi efektivitas perlindungan. Kapan saat-saat krusial Anda perlu mencuci tangan?
- Sebelum dan sesudah membuat makanan atau camilan.
- Setelah menggunakan toilet, cucilah tangan dengan sabun karena toilet merupakan sarang kuman.
- Ketika Anda hendak mengobati luka terbuka dan setelah mengobati luka tersebut, agar kuman atau bakteri pada luka tidak menular pada Anda.
- Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung Anda. Kuman dan kotoran yang mungkin keluar dapat kembali masuk akibat dari tangan Anda yang tidak bersih.
- Setelah membersihkan sampah atau memegang banyak benda kotor dan bau, seperti sehabis mengganti popok bayi, atau menyentuh daging mentah dan unggas.