Kicky menilai, orang sering lupa bahwa apa yang mereka post di media sosial adalah cermin kepribadian dan pemikiran mereka. “Mereka yang abai dan meneruskan berita bohong ini adalah bentuk kemalasan bernalar sekaligus tidak berempati pada orang lain,” jelasnya.
Ketika mendapat berita, janganlah bersikap reaktif untuk segera menyebarluaskannya. Hal pertama yang perlu dan krusial Anda lakukan adalah mengecek kebenaran berita tersebut. “Jangan langsung percaya saja, apalagi jika berita itu disertai dengan judul yang bombastis,” jelasnya.
Masalahnya, suatu pesan yang sifatnya positif bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak disampaikan dengan tepat. Misalnya, poster yang berisi ajakan untuk tidak membunuh satwa dilindungi, seperti gajah dan orang utan, yang justru menampilkan foto gajah mati dengan kepala terpenggal penuh darah. “Ajakan untuk tujuan positif sebaiknya dideskripksikan secara tertulis saja, tanpa menampilkan visual yang memilukan,” jelasnya.
Kicky juga menyampaikan, banyak hal positif yang bisa digunakan untuk menyebarkan berita musibah dan kecelakaan, tanpa harus menunjukkan aksi kekerasan, foto jenazah, atau orang-orang terluka dengan darah yang masih mengucur.
DARIA RANI GUMULYA