- Berkonsultasi dengan ahli gizi. Mereka bisa memastikan jenis suplemen dan dosis yang Anda perlukan.
- Perhatikan catatan pada kemasan suplemen, khususnya mengenai zat tambahan, efek samping, cara pemakaian dan penyimpanan, serta tanggal kedaluwarsa.
- Jangan memilih suplemen yang dosis per takarnya melebihi dari yang Anda butuhkan.
- Perhatikan daftar produk obat --termasuk suplemen-- yang aman, yang dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
- Cari tahu perusahaan farmasi yang mengeluarkannya: apakah cukup kredibel? Apakah menyediakan layanan konsumen? Perusahaan yang memberikan hotline service berarti peduli terhadap konsumen.
Mau tahu kebutuhan konsumsi suplemen sesuai dengan aktivitas Anda? Baca di sini.