Seiring bertambahnya usia, pasti akan terjadi perubahan pada penampilan fisik kita. Metabolisme di dalam organ tubuh kita juga berubah. Metabolisme adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai proses dalam tubuh agar tiap fungsi berjalan normal dan menjaga kelangsungan hidup.
Berbagai tugas kompleks tersebut antara lain mengubah makanan menjadi energi, membuat sel-sel baru dan jaringan, bernapas, mengedarkan darah, mengatur suhu tubuh, menghilangkan zat sisa, dan masih banyak lagi. Metabolisme yang melambat adalah salah satu sebab berat badan kita menjadi mudah naik dan sulit turun.
Ini beberapa cara dasar untuk menjaga metabolisme tetap muda. Mudah dilakukan!
1. Konsumsi lemak baik. Tubuh membutuhkan lemak esensial tertentu dan harus didapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh baru akan merasa segar bugar jika sepertiga asupan makanan terdiri dari good fat. dr. Deby Vinski AAMS, MscAA, dari klinik anti-aging Casa Deby Vinski, menyarankan untuk meningkatkan konsumsi monounsaturated, contohnya minyak zaitun, minyak canola, dan avokad. Sebaliknya, kurangi saturated dan trans fat seperti margarin, makanan olahan, dan fast food.
2. Pilih ikan laut atau ikan bebas, bukan hasil ternakan. Ikan ternak mengandung lemak yang tidak baik bagi kesehatan karena mengandung polutan dan zat kimia.
Advertisement
Sumber vitamin C antara lain jambu batu, stroberi, brokoli, tomat, paprika merah, dan jeruk. Vitamin C adalah senjata dalam memerangi penuaan. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan, melawan radikal bebas pada kulit yang diakibatkan polusi dan sinar matahari, meningkatkan produksi kolagen, dan menjaga imunitas tubuh.
Sumber vitamin E antara lain kacang-kacangan, avokad, asparagus, bayam, biji-bijian, serealia, dan susu. Vitamin E berfungsi melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, mengurangi risiko stroke, meningkatkan imunitas, mencegah serangan jantung, dan melindungi selaput plasma sel.
Sumber betakaroten antara lain apricot (kering), wortel, bayam, cantaloupe (melon jingga), bit, brokoli, mangga, selada, jus tomat, pepaya, jagung, dan selenium (kerang, kepiting, telur, ikan tuna, udang). Sumber polifenol antara lain buah beri, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima, dan minuman anggur.
4. Makan lebih sering dengan snack sehat dan porsi kecil. Makan porsi besar sekaligus membuat metabolisme makin lambat.
5. Konsumsi teh hijau. Membantu dengan cepat pengurangan berat badan, terutama dari bokong, paha, dan daerah perut. Mampu meningkatkan pertahanan melawan matahari dan polusi yang merusak, mengatasi stres, menetralisasi kerusakan sel, dan mengurangi berat badan. (f)
MORE ARTICLE