Career
Jadi Bos Para Staf Pria

18 Jun 2012

Zaman sekarang, sudah bukan pemandangan aneh melihat wanita berkarier di bidang yang biasanya dikuasai pria. Dari eksplorasi minyak di tengah laut, pilot, pengemudi taksi, hingga memanjat menara telekomunikasi. Bahkan, banyak di antara wanita tersebut yang menjadi atasan. Apa yang membuat mereka bisa diterima dan diakui di tempat kerjanya?

Tipikal pria
Menurut psikolog Dra. Noerani Poerwadi, M.Si (Inung), saat ini wanita bekerja di dunia pria adalah hal yang biasa. “Meskipun, perbandingannya belum 50:50. Pria masih dominan. Wanita yang menonjol, biasanya memiliki kemampuan minimal sepadan atau lebih dari para pria,” ungkapnya. 

Kepada wanita yang bekerja di bidang yang didominasi pria, Inung menyarankan agar memperhatikan pilihan bidang pekerjaan. Bidang itu haruslah sesuai dengan yang ia kuasai. Selain itu, ia harus memiliki   kemampuan tertentu yang istimewa. Ini penting agar ia tidak dipandang sebelah mata oleh kaum pria, baik itu sejawat atau anak buah.  

“Sebagai atasan, kita juga harus bisa mengatasi masalah yang biasa muncul dari staf pria, khususnya masalah ego,  walaupun tidak semua pria menunjukkannya. Ada dari mereka yang tak mau dikalahkan kolega wanita, meskipun mungkin kita merasa, sebenarnya kita tak ada niat mau mengalahkan,” kata Inung. Ia melanjutkan, kalaupun merasa dalam posisi yang kalah, sejumlah pria berusaha mengelak kenyataan itu.
Inung memberikan contoh lain. Sejumlah staf pria bersikap fair kepada sesama pria, tapi ketika bekerja dengan wanita, ia belum bersikap sama adilnya. “Kalau tidak mampu menunjukkan kemampuan, mereka cenderung menganggap wanita sebagai warga negara kelas dua,” ujar Inung. 

Banyak Untungnya
Awalnya mungkin canggung, tapi jika bisa mengikuti, banyak keuntungan yang bisa kita  dapatkan jika bekerja di dunia pria. Menurut Inung, pria melihat suatu persoalan tidak melulu emosional. 

Advertisement
Dunia pria itu bisa jadi lebih fair bila dibandingkan dengan dunia wanita. Karena sebagian besar pria lebih mengutamakan rasio dalam bertindak. Jadi, kita bisa belajar untuk menjadi sosok yang tahan banting, tegar, dan lebih kokoh menghadapi persoalan. Umumnya pria lebih mampu bersikap asertif. Dibanding wanita, mereka lebih berani mengungkapkan pikiran dan kemauannya,” kata Lea. Keuntungan yang Lea rasakan, ia lebih mudah mengetahui apa keinginan dan maksud mereka. 

“Biasanya, wanita memang lebih tekun ketimbang pria. Tapi, sering kali ketika menyampaikan pemikirannya, wanita kurang bisa tegas dan berani. Sehingga, sering kali pendapatnya jadi diabaikan. Semua kelebihan dan kekurangan karakter kerja itu sebetulnya kembali ke individu masing-masing.

“Bahwa wanita bekerja dengan hati atau memakai emosi, sedangkan pria bekerja memakai rasio, nyatanya tidak selalu begitu. Ada juga pria yang bekerja dengan emosi. Begitu pula ada wanita yang bekerja sangat rasional.” Yang penting, wanita ataupun pria, yang ingin diterima dengan tangan terbuka di tempat kerja baru, harus menunjukkan kompetensi dan profesionalismenya.  (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?