Celebrity
Ira Duaty, Cerita dari Wajah Femina

18 Sep 2015

Seperti apa kondisi pemilihan WF pada tahun 1987?
Tahun itu merupakan kedua kalinya WF diselenggarakan. Finalis hanya terdiri dari 10 orang, beda dengan sekarang yang 20 orang. Persaingan sangat ketat, apalagi ada Memes (Meidyana Maimunah) yang memang sudah berpengalaman di dunia hiburan sebelumnya. Kemeriahan pun tidak begitu terlihat karena bertepatan dengan pemilihan umum.

Apa perbedaannya dengan sekarang?
Agency artis belum begitu banyak kala itu. Saya sendiri yang mempromosikan diri dan mengatur tawaran pekerjaan. Karena sedikit kewalahan, banyak tawaran iklan yang saya tolak. Di tahun ke-5 setelah terpilih sebagai Pemenang I WF, saya baru dapat kesempatan membintangi iklan. Sedangkan di generasi sekarang, kesempatan untuk berkarier di dunia hiburan jauh lebih besar. Tak hanya modeling, para alumni juga bisa mengembangkan karier di bidang perfilman atau pertelevisian.

Apakah Wajah Femina melancarkan karier Anda?
Para alumni WF sering ditampilkan di dalam majalah femina, seperti di rubrik Mode dan Kecantikan. Buat saya, ini tak sekadar kesempatan, tapi membuat saya makin terlatih berpose di depan kamera. Dari sana saya dikenal oleh para desainer, seperti Edward Hutabarat. Dari ajang WF pula terbuka jalan saya menjadi model catwalk.
Advertisement

Apa ilmu atau bekal yang didapat dari WF?

Sebelum ikut WF, saya sempat mengikuti kursus modeling. Namun, banyak hal yang justru saya dapatkan dari WF yang tidak saya dapatkan di tempat lain, salah satunya membangun kepercayaan diri. WF telah melatih mental, disiplin, bersosialisasi serta cara bekerja dalam satu tim. Pengalaman itulah yang saya bagikan kepada alumni lain melalui F&G Agency.

Bagaimana rasanya kembali berpose di depan kamera?

Terakhir saya menjalani pemotretan pada tahun 2000. Saya senang bisa berpose lagi di depan kamera. Seperti sebuah kejutan ikut pemotretan bersama alumni yang lebih muda seperti Isyana, yang pada tahun ia ikut WF, saya merupakan salah satu jurinya. Ini juga menjadi bukti bahwa femina selalu ingat kepada alumninya. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?