Topping seperti taburan keju dan croutons (roti bakar kecil-kecil yang dilumuri mentega) juga berpotensi membuat salad Anda tak lagi ‘langsing’. Apalagi kalau Anda menambahkan crispy chicken di atasnya, makin banyaklah kalori dan lemak yang masuk ke dalam tubuh.
Salad dressings yang creamy, seperti caesar atau ranch, dan yang oily seperti Italian dressings, sebetulnya memiliki konten lemak yang sama. Tapi, jenis oily biasanya memakai minyak zaitun, yang jenis lemaknya lebih baik untuk tubuh. Lebih baik lagi jika memakai extra virgin olive oil, karena lemak tidak jenuh tunggalnya tinggi, yang bermanfaat untuk memproteksi pembuluh darah.
“Kriteria salad yang bagus adalah variasi warna dan vitamin. Ada sayuran hijau (daun selada), merah (paprika atau tomat), oranye (wortel), dan kuning (jagung),” saran Emilia Achmadi, nutritionist. Jika ingin salad lebih berisi, lebih baik menambahnya dengan 1-2 potong roti baguette tanpa mentega. Tambahan protein bisa didapat dari telur rebus, kacang merah, chick peas, atau garbanzo beans. Untuk dagingnya, pilih yang dipanggang. Tak ada salahnya juga menaburkan jenis keju muda, seperti feta, ricotta, atau cottage cheese yang kandungan garam dan lemaknya relatif lebih rendah. (f)