Sex & Relationship
Ingin Melanjutkan Hidup

8 Mar 2014


Anda dan suami sudah berpisah rumah meski tidak bercerai. Berpisah baik-baik dan belum memiliki anak. Suami belum mau menceraikan Anda karena ibu mertua yang memiliki penyakit jantung dan syok. Sebelumnya Anda sudah mengatakan akan berpisah pada mertua, namun membuatnya jatuh sakit. Anda dan suami selalu berpura-pura jika rumah tangga Anda baik-baik saja, padahal Anda tahu suami sudha memiliki kekasih, dan Anda sendiri ingin mencari pendamping baru. Di satu sisi Anda tak tega pada mertua di sisi lain Anda juga ingin melanjutkan hidup.

Menurut Irma Makarim, bagi masyarakat kita, sampai batas-batas tertentu keluarga besar dan terutama para orang tua ikut jadi bagian dalam perkawinan. Tetapi bagaimana berjalannya hubungan di antara pasangan, tentu jadi tanggung jawab pasangan itu sendiri

Apabila setelah dua tahun lamanya, Anda berdua berpisah tempat tinggal dan suami masih menolak untuk meresmikan perceraian ini, mungkin kesiapan suami perlu dipertanyakan. Benarkah suami sekadar ingin melindungi ibunya atau punya  alasan lain. Mengapa setelah mendapatkan pendamping baru ia masih belum rela melepas Anda? Mungkinkah ia masih mendambakan Anda atau menginginkan keduanya?  Sebelum melangkah lebih jauh mungkin Anda berdua perlu menjernihkan masalah.

Kalau memang belum siap berpisah, mungkin perlu dipikirkan adanya kemungkinan untuk rujuk kembali. Kalau ini yang diinginkan, maka kedua belah pihak berperan aktif memulihkan kondisi perkawinan ini. Sebaliknya bila kemungkinan rujuk sudah jelas tertutup dan Anda berdua mantap berpisah, maka segala proses hukum terkait dengan perceraian perlu diselesaikan secepatnya.

Advertisement
Tidak tepat untuk menutupi perceraian Anda berdua dari ibunya dengan alasan kesehatan beliau. Lagipula, sampai kapan Anda berdua akan hidup dalam kebohongan?  Banyak cara untuk menyampaikan berita ini sehingga tidak membuat ibunda kaget. Sebagai orang tua, tentu beliau akan merasa  prihatin, tetapi akan lebih baik mengungkap kebenaran daripada hidup dalam kebohongan. Bukan hanya suami, Anda juga harus berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini. Katakan bahwa Anda pun berhak mendapatkan pendamping dan membuka lembaran baru, begitu juga dirinya.

Sedangkan menurut Monty Satiadarma, perceraian dan perpisahan merupakan dua hal berbeda. Tinggal terpisah bukan berarti bercerai; ada juga pasangan yang tinggal terpisah tanpa bercerai. Perceraian merupakan pemutusan hubungan pasangan secara hukum, dan tentu masing-masingnya harus menjalani aturan hukum yang berlaku. Benarlah masalah seperti ini bisa menimbulkan gejolak di dalam keluarga dan adakalanya memberi dampak fisik. Akan tetapi kita juga tidak dapat terus menerus lari dari kenyataan, dan suatu saat harus menghadapi kenyataan.

Sikap suami Anda perlu dipertanyakan, ia mempertimbangkan ibunya, mempertimbangkan dirinya sendiri untuk membina hubungan dengan orang lain, tetapi tidak mempertimbangkan diri Anda. Diri Anda saat ini menjadi ‘penyangga’ status sosialnya, dan menjadi tameng hubungan dirinya dengan ragam pihak lain. Jika Anda bersedia memerankan hal tersebut, silahkan pertahankan kondisi yang ada saat ini. Tetapi jika Anda tidak berkenan dengan hal itu, bersikaplah tegas untuk melanjutkan hidup Anda.

Boleh jadi Anda tidak tega kepada orang lain, namun nyatanya tega pada diri sendiri. Makna apa sesungguhnya yang melatar belakangi tindakan Anda? Karena jangan-jangan Anda sendiri ingin memalsukan status sosial Anda dengan menggunakan alasan kesehatan mertua. Atau mungkin Anda sendiri bimbang untuk membuat keputusan.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?