“Penghargaan ini mewakili kultur yang ingin melihat dirinya sebagai pahlawan,” demikian pidato Gina Rodriguez, saat memenangkan Golden Globe dalam kategori Best Performance by An Actress in A Television Series Comedy or Musical. Kata-kata aktris keturunan Puerto Rico ini mengguncang dunia. Berulang kali pidato kemenangannya ini dikutip dan ditulis ulang di berbagai media. Inilah aktris muda yang ingin mengubah persepsi Hollywood tentang etnis Hispanik Amerika.
Gina memang menyimpan kegundahan. Ia melihat bahwa Hollywood tidak adil dalam membagi peran. Porsi kaum Latina di layar perak atau kaca hanya berputar pada peran negatif, entah itu bandar narkoba atau pelacur jalanan. Sejak terjun ke dunia akting tahun 2005, ada satu prinsip yang dipegangnya erat: tidak akan memerankan karakter yang menggambarkan stereotip negatif kaum Latina. Konon, hal itu pula yang membuatnya menolak peran dalam serial televisi ngetop, Devious Maids. Padahal, Gina diiming-imingi bayaran tinggi dan ia sedang membutuhkan uang saat itu. ”Saya harus berusaha keras untuk menolaknya. Sungguh! Namun, saya yakin akan keputusan saya,” kata aktris kelahiran Chicago ini.
Penolakannya membuka pintu baru dalam karier akting Gina. Ia lantas ditawari peran utama dalam Jane The Virgin, seri komedi yang diadaptasi dari telenovela Venezuela, Juana la Virgen. Seri ini mengisahkan kehidupan Jane, wanita yang menjaga keperawanannya hingga menikah, namun tiba-tiba hamil karena kesalahan dokter yang menyangkanya pasien untuk inseminasi buatan. Inilah peran yang dinanti Gina.
“Serial ini berkisah tentang wanita yang bekerja keras untuk mencapai impiannya dan mengalami kejadian yang mengacaukan rencananya dan menjungkirbalikkan kehidupannya. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja,” ucap bungsu dari 3 bersaudara ini. Keputusan Gina ternyata tepat, perannya ini membuahkan piala Golden Globe.
Karier akting aktris kelahiran 30 Juli 1984 ini pun bergulir setelah lulus sekolah akting. Beragam peran dicicipinya, mulai dari opera sabun, film, hingga teater. Salah satunya adalah peran dalam seri The Bold and The Beautiful, serta film Filly Brown dan Sleeping with the Fishes. Meski tidak mencetak hit, peran-peran ini membuahkan beragam penghargaan bagi Gina. Media menandainya sebagai aktris berbakat yang memiliki karakter dan idealisme tinggi.
Beragam tantangan dihadapi aktris muda ini. Selain jarang menemukan peran yang sesuai idealismenya, Gina juga mengidap penyakit hipotiroid yang membuatnya sulit untuk mempertahankan berat badan ideal. “Tapi saya percaya, saya bisa melakukan apa saja jika diiringi kemauan keras. Jika saya percaya, maka tak akan ada yang bisa menghalangi saya,” katanya, bersemangat.
Gina kini hampir memiliki segalanya, karier dan popularitasnya meroket, hubungan cintanya dengan aktor Henri Esteve juga sedang manis-manisnya. Namun, bukan Henri yang digandengnya ke perayaan Golden Globe, tapi kakak tertua Gina, Iveliss, yang merupakan salah satu sumber inspirasinya.
Gina tampil cantik di red carpet dengan gaun hitam ketat dengan bahu terbuka. “Saya sepertinya mencoba 7.000 potong gaun sebelum menjatuhkan pilihan pada gaun ini. Padahal, ini gaun nomor 2 yang saya coba,” katanya, kocak. Gina pun tampil memukau malam itu, bukan sekadar karena gaun cantik yang dikenakannya, tapi karena pidato kemenangannya yang inspiratif. “Saya memang ingin mengilhami banyak orang. Ini yang menyemangati saya untuk terus berakting,” ucapnya.(f)