Trending Topic
Hidup Sehat Setiap Saat

24 Sep 2014

Acara Femina & Friends bertema “Health Talk:  Satu Yang Terpenting Hidup Sehat Setiap Saat” diadakan pada 14 September 2014 di Hotel Novotel, Solo. Kedatangan para peserta pagi itu disambut dengan kehangatan kopi dan teh beserta kudapan ringan. Dress code “touch of blue” memudahkan mendeteksi sesama peserta, membuat peserta saling berkesempatan saling menyapa dan berkenalan. Peserta tak hanya datang dari Solo, tetapi juga dari Yogyakarta dan Karanganyar.
   
Pembawa acara Valentino Simanjuntak memulai acara dengan melibatkan peserta secara estafet mengungkapkan metode kesehatan yang mereka jalani. Ternyata,cukup minum air putih dan mengonsumsi jus buah dan sayur menjadi menu sehat pilihan mayoritas peserta. Suasana segera mencair dan peserta siap menerima ‘ilmu’ baru untuk menjaga kesehatan setiap hari.

Kenali Alarm Tubuh
Manager Komunitas Femina Dewi Assaad, yang menjadi “nyonya rumah” hari itu dalam sambutannya mengungkapkan eksistensi wanita masa kini sebagai agent of change sekaligus influencer.

“Wanita adalah “leher” yang menggerakkan dan menentukan pilihan gaya hidup keluarga yang menjadi arah sebuah rumah tangga,” ujar Dewi. Dengan peran itu, penting bagi sahabat femina untuk memahami gaya hidup sehat dan strategi memilih produk asuransi yang tepat sebagai pelindung bagi keluarganya.
   
Pembicara pertama adalah pakar kesehatan Dr Tan Shot Yen, dokter yang juga penulis beberapa buku kesehatan dan pernah terpilih sebagai “dokter inspiratif” oleh sebuah stasiun televisi berita. Dengan gaya bicara yang lugas dan ekspresif, Dr Tan mengikat perhatian semua peserta sejak detik pertama hingga akhir penyampaian materi. Sedemikian memukau sehingga tak satu pun peserta mengantuk apalagi meninggalkan acara, meski sekedar ke toilet.
   
Dengan prinsip menyembuhkan tanpa obat-obatan, tidak berarti Dr Tan anti obat melainkan memberikan pilihan cerdas pada setiap orang untuk menjadi sehat. “Kalau seseorang mendapatkan penyakit dari apa yang dimakan, maka bukan obat yang diperlukan, melainkan menghindari penyebabnya,” tegasnya.
Tujuan makanan adalah untuk bertahan hidup. Karena itu,  bila ada makanan yang berpotensi mengancam kesehatan, maka sudah saatnya untuk waspada. Paradigmanya, bahwa setiap orang akan menuai hasil apa yang ia kerjakan. Apa yang dikonsumsi seseorang dalam sekian puluh tahun hidupnya itulah yang menjadi kontribusi bagi kondisi tubuhnya.

Ironisnya, konsumsi makanan masa kini telah menjadi serupa fashion. “Masyarakat tidak lagi makan apa yang dibutuhkan tubuh melainkan karena doyan,” kata Dokter Tan.
Artinya kita memilih makanan lebih pada pertimbangan rasa ketimbang manfaat. Apalagi, saat ini beragam produk instan membajir di pasaran. “Jangan menjadikan diri seolah ‘astronot’ yang terus-terusan mengkonsumsi produk instan. Kita adalah produk biologis dan selamanya tidak akan tumbuh menjadi mesin,” Dokter Tan mengingatkan.

Lebih lanjut ia menerangkan, tubuh manusia itu teknologi yang sempurna untuk memproses makanan. Manusia memiliki gigi untuk mengunyah, enzim dan zat-zat kimiawi dalam lambung, semuanya adalah teknologi tubuh yang sempurna untuk mencerna bahan makanan menjadi nutrisi bagi tubuh.

Bahkan rasa “eneg” yang terjadi saat kita mengkonsumsi sesuatu, adalah semacam alarm tubuh yang menjadi sinyal terhadap konsumsi yang tidak tepat. Tapi sayangnya kita justru sering berpaling pada teknologi alami kita. Misalnya, lebih memilih konsumsi jus sayur atau jus buah ketimbang mengunyah buah dan sayur aslinya. “Padahal dalam proses mengunyah itulah rongga mulut memproduksi enzim yang diperlukan tubuh,” tutur Dokter Tan.
Advertisement

Karbo Non Pati
Pemaparan Dokter Tan Shot Yen membuka cara berpikir baru para peserta untuk memilih gaya hidup sehat yang berawal dari pemberdayaan diri sendiri. Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang bahan pangan pokok berupa karbohidrat sejenis beras, terigu dan gula yang menjadi makanan ‘wajib’ bagi orang Indonesia.

“Karbohidrat dari pati ini justru karbohidrat yang bisa menimbulkan masalah bagi tubuh karena tubuh akan mengubahnya menjadi gula,” ujarnya. Salah besar bila selama ini kita menyangka karbo hanya didapatkan dari bahan-bahan makanan yang mengandung pati. Karena, karbo juga bisa diperoleh dari sayur dan buah seperti selada, brokoli, tomat, mentimun, advokat, apel dan buah pir. “Tapi, bukan berupa jus, melainkan dikunyah dalam keadaan segar,” ia mengingatkan.

Sedangkan protein diperoleh pada kacang-kacangan, putih telur, tempe, jamur, ikan, ayam dan seafood yang dimasak secara kukus atau rebus. Yang perlu diingat adalah hindari penggunaan minyak yang berlebihan dalam mengolah bahan makanan. Memang, tubuh juga memerlukan lemak, namun yang diperlukan tubuh adalah lemak yang baik, yaitu yang diperoleh dari kemiri dan extra virgin olive oil.  

Demikianlah dengan kelugasannya Dokter Tan membawa peserta pada paradigma hidup sehat yang baru. Dan pemaparan ini menjadikan Indriastuti, seorang peserta yang berprofesi sebagai instruktur sekaligus pemilik sanggar kebugaran merasa mendapatkan ilmu baru untuk hidup lebih sehat. “Saya akan membagikan ilmu ini ke murid-murid di sanggar,” ujarnya.

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Tiwuk Siswadi, head of officer development & campaign management Allianz Life Indonesia. Tiwuk memaparkan data yang akan mencubit kesadaran, bahwa klaim asuransi justru bukan karena faktor kematian, melainkan faktor perawatan sakit. “Sebanyak 92 persen kasus klaim terkait asuransi kesehatan, dan 4-5 peren terait penyakit kritis,” ujar Tiwuk.

Menurut Tiwuk, hal ini mengindikasikan bahwa asuransi kesehatan memberikan nilai manfaat hidup, bukan semata masalah manfaat pertanggungan jiwa. Adapun 5 besar penyakit kritis yang diklaim di Allianz selama tahun 2011 dan 2012 adalah berturut-turut ditempati oleh kanker, stroke, serangan jantung pertama, angioplasty dan penyakit jantung koroner lainnya yang serius.

Dengan suaranya yang lembut, Tiwuk memberikan tip bagaimana memilih jenis polis yang tepat dengan kebutuhan keluarga dan selektif memilih perusahaan asuransi yang terpercaya. Di antaranya adalah pilih perusahaan asurans yang memiliki reputasi baik dan tepercaya, sesuaikan dengan kebutuhan dan dana Anda, memilih agen berlisensi yang komepten dan proses klaim yang mudah dan cepat. “Jangan lupa untuk mempelajari polis denganseksama terutama definisi manfaat/penyakit, masa tunggu dan pengecualian atau masa peninjauan polis,” jelas Tiwuk.

Acara kemudian ditutup dengan kemeriahan khas femina, yakni berbagi hadiah. Apalagi karena September adalah bulan ulang tahun femina, maka beragam door prize yang dibagikan kali itu lebih istimewa. Yang istimewa, kejutan juga diberikan kepada Aniek Tri Maharni, seorang peserta yang kebetulan berulangtahun hari itu. Valentino memimpin para peserta seminar untuk menyanyikan lagu ulangtahun, menyalaminya dan memberikan kado khusus untuknya. Hari itu benar-benar menjadi sebuah hari yang  membahagiakan dan mengesankan semua peserta. (f)





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?