Orang tua Rebel Wilson adalah spesialis perawatan anjing peliharaan. Mereka berkeliling dari satu kota ke kota lain menjual produk untuk anjing dari karavan berwarna kuning. Unik memang. Bahkan, ketiga saudaranya pun punya nama unik: Liberty, Anarchi, dan Riot.
Selepas SMU, ia diterima di dua jurusan sekaligus, di jurusan seni dan jurusan hukum, di University of New South Wales. Namun, Rebel memutuskan untuk menghabiskan masa setahun mengikuti Rotary International Youth Ambassador di Afrika. Anehnya, Afrika malah membuatnya terpikir untuk menjadi aktris. Tepatnya ketika ia terinfeksi malaria di Mozambique. Saat sedang terpapar demam tinggi itulah, entah mengapa, ia berhalusinasi menjadi seorang aktris yang tengah memenangkan Oscar.
Sepulangnya dari Afrika, ia pun mendaftar ke Australian Theatre for Young People. “Dari acara Oprah Winfrey yang saya tonton, Oprah mengatakan, ‘Kalau kamu mendapat bisikan, kamu harus percaya pada bisikan itu sepenuhnya,’” kata Rebel, yang waktu itu masih ragu pada halusinasinya itu.
Setahun di Australian Theatre, Rebel mendapatkan beasiswa dari yayasan milik Nicole Kidman untuk belajar akting di New York selama setahun. Ia berlatih dengan kelompok teater The Second City, sebuah kelompok improvisasi komedi.
Sudah bisa diduga, tidak mudah bagi wanita bertubuh besar seperti dirinya untuk masuk ke akting. Awalnya tidak ada yang mau menerimanya, bahkan tidak ada audisi peran yang pas untuk Rebel. Semua peran yang ditawarkan hanya untuk gadis muda dan mereka yang tubuhnya bagus untuk mengenakan bikini. “Saya pikir, oke, saya akan menulis karakter yang pas untuk saya sendiri, dan orang akan lihat apa yang bisa saya lakukan,” tekadnya.
Rebel lalu menulis musikal The Westie Monologues, wanita-wanita yang berbicara tentang cinta dan image tubuh mereka. Pertunjukan yang ia produseri dan juga ia bintangi menjadi hit dan ditayangkan oleh Australian TV Network, dan sempat berjalan sampai tiga season. Di teater, Rebel pernah tampil di pertunjukan Sydney Theatre Company dan Melbourne Comedy Festival.
Rebel pun kemudian kebanjiran peran untuk serial komedi di televisi Australia. Ia bahkan mendapat kesempatan untuk bermain di film feature pertamanya, Fat Pizza (2003) dan Ghost Rider (2007). Tahun 2008, ia sudah menciptakan serial komedinya sendiri, Bogan Pride, yang ditayangkan di SBS One.
Kesuksesannya itu membuatnya yakin untuk menerbangkan kariernya ke Los Angeles, Amerika Serikat. Meski sudah mengantongi ijazah sarjana hukum dari University of New South Wales, ia yakin kariernya adalah berakting. Ia menandatangani kontrak dengan agensi William Morris Endeavor, yang membawanya pada audisi di film Judd Apatow dan sutradara Paul Feig untuk berperan di film Bridesmaids. Kedua filmmaker itu begitu terkesan pada akting Rebel yang natural, ceroboh, sedikit menyebalkan sekaligus menggemaskan. Tak butuh waktu lama untuk bisa menemukan kelucuan Rebel.
Sekarang, pembuktiannya sudah menunjukkan bintang terang. Idealismenya, ia ingin membuat acara komedi yang tidak sekadar lucu, tapi juga bermakna. Terlebih, bagi wanita yang figurnya tidak terwakili di mana-mana. Sosok Kimmie di serial Super Fun Night tidaklah seperti sosok karakter yang mendominasi layar televisi. Dengan segala keterbatasannya, ia percaya diri untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.