Pedagang yang kreatif, tak pantang menggunakan campuran dua jenis telur ini.
Adonan kulitnya sendiri terbuat dari adonan tepung terigu. Diuleni hingga menjadi adonan yang mudah dibentuk. Adonan ini, kemudian dibanting-banting sambil ditipiskan sampai melebar sesuai ukuran yang diharapkan (tergantung jumlah telur yang digunakan, paling sedikit dua butir). Menghindari kulit yang robek atau pecah, adonan diolesi dengan minyak goreng. Sepintas atraksi ini seperti pazioli, pembuat kulit piza. Tak bisa dibantah atraksi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Setelah kulit jadi, adonan isi dituang di atas kulit setengah matang yang diletakkan di atas penggorengan bulat datar berisi minyak banyak. Agar isi martabak tidak keluar, dilipat rapat keempat sisinya menjadi satu bentuk kotak. Jika kulit luar sudah renyah dan berwarna kuning kecokelatan, martabak segera akan dipotong kotak kecil-kecil agar mudah disantap. Sebagai pelengkap, martabak telur biasanya disajikan dengan acar mentimun, cabai rawit, dan kuah cuka. Ada pula yang hanya dicocol saus sambal botolan atau diberi kuah kari ala India. Semua sama sedapnya.(f)