“Kami masih ingin menikmati masa pacaran, maunya berduaan saja dulu. Maklum, kami belum sempat berbulan madu,” kata Indri, yang sepakat bersama David untuk belum memasukkan momongan dalam daftar prioritas mereka. Alasan lain mengapa pasangan ini menunda memiliki momongan juga lantaran prinsip mereka bahwa memiliki anak berarti harus siap dengan tanggung jawab besar yang menyertainya. Sementara, saat ini mereka masih merasa baru memiliki mental suami-istri. “Saya dan David sama-sama suka anak kecil. Tapi, itu saja tak cukup. Ketika punya anak, kami harus siap mendidiknya dan tahu bagaimana membawa anak ini ke depannya,” ungkap Indri, serius.
Sama-sama dibesarkan dalam lingkungan keluarga, keduanya percaya bahwa keluarga menjadi titik awal di mana seorang anak tumbuh dan menjadi individu. Di sinilah peran orang tua menjadi hal yang sangat penting dan tak ingin mereka sia-siakan. Lagi pula, David mengaku sangat ingin terlibat dalam tiap periode pertumbuhan anaknya, termasuk menemani kehamilan istri. “Kalau sibuk tur seperti saat ini, tentu akan sulit bagi dia untuk bisa bersama dengan saya tiap waktu,” kata Indri.
Sembari menikmati manisnya cinta mereka, baik Indri maupun David punya komitmen besar untuk tumbuh bersama. Mereka ingin menjalani pernikahan ini dengan lebih santai tanpa terburu-buru. Masing-masing juga masih ingin mengejar target hidupnya. Hanya, sekarang kebersamaan menjadi pengikat mereka untuk sampai di satu tujuan yang sama.
“Semua itu harus dijalani dengan ikhlas. Ketika saya harus sendirian di rumah dan David pergi ke luar kota, ya, dinikmati saja. Kami berusaha membangun kepercayaan. Yang penting komunikasi lancar dan begitu bertemu justru makin kangen,” ungkap Indri.
Faunda Liswijayanti