Health & Diet
Gagal Ginjal: The Silent Killer

2 Jul 2015


“Gagal ginjal memang termasuk penyakit yang memiliki gejala tidak jelas, khususnya pada stadium awal. Tak mengherankan, penderita gagal ginjal terlihat sehat,” jelas Prof. Dr. Rully M.A. Roesli., Ph.D, Sp.PD-KGH, ahli penyakit ginjal dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.
   
Sebagai organ tubuh yang sangat vital, ginjal memang harus dijaga sebaik mungkin, berapa pun usia Anda. Menurut Rully, ginjal ibarat pembersih badan yang bertugas membersihkan darah dari sisa metabolisme tubuh berupa racun-racun (toksin). Toksin ini harus dibuang dari tubuh dari waktu ke waktu. Itulah fungsi utama dari ginjal.
   
Toksin tersebut dibuang dalam bentuk terlarut dalam  air seni. Tiap menit, ginjal memproduksi air seni yang dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Bila jumlah urine dalam kandung kemih cukup banyak, maka akan timbul rangsangan buang air kecil. Dalam proses inilah ginjal bertugas mengatur keseimbangan dan konsentrasi cairan dalam tubuh. “Cara kerja ginjal dalam tubuh terbilang kompleks. Bila fungsinya terganggu, maka akan menimbulkan berbagai  kelainan.”
   
Rully melanjutkan, kelainan ginjal bisa terjadi karena gangguan pada ginjal sendiri atau sebagai komplikasi penyakit sistematik. Kelainan karena gangguan ginjal bentuknya berupa infeksi saluran kencing (ISK), kolik batu, dan kebocoran ginjal. Penyakit seperti ini tergolong ringan dan masih bisa disembuhkan melalui obat dan diet protein. Namun, bila tidak segera diobati, kelainan ini akan terjadi lagi, dan bukan tak mungkin berkembang mencapai tahap kronis.
   
Pada kelainan ginjal yang disebabkan penyakit sistematik berupa komplikasi penyakit lain, seperti kencing manis dan hipertensi, biasanya menjadi tahap kronis. Di Indonesia, kedua penyakit itulah yang menjadi penyebab tertinggi terjadinya gagal ginjal. Lain lagi dengan gagal ginjal jenis glomerulonefritis, yang  terjadi karena penyebab yang tak pasti, bisa karena gaya hidup atau riwayat keluarga yang menderita gagal ginjal.
   
Biasanya, pasien gagal ginjal baru bisa merasakan gejalanya berupa sesak napas, mual, kelelahan, pembengkakan di pergelangan kaki, hingga urine yang berdarah, ketika sudah mencapai stadium lanjut. “Pada tahap awal, penderita kelainan ginjal masih bisa beraktivitas normal seperti orang sehat. Tak mengherankan bila Abdee akhirnya baru mengeluh sakit ketika penyakitnya sudah mencapai tahap kronis,” jelasnya.
Advertisement
   
Penyakit diabetes dan hipertensi memang menjadi penyebab tertinggi gagal ginjal. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2013, sebanyak 25% penduduk Indonesia mengalami hipertensi. Tingginya konsumsi garam hingga 15 gram per hari menjadi pemicu timbulnya penyakit ini. Padahal, menurut Rully, batas maksimal asupan garam per hari tidak boleh lebih dari 5 gram.
   
Begitu pula dengan penyakit diabetes yang juga menjadi cikal bakal timbulnya gagal ginjal. Berdasarkan data WHO, Indonesia adalah negara dengan penderita diabetes tertinggi ke-4 dunia. “Itulah sebabnya, Anda harus memperhatikan jumlah kandungan garam dan kalori di setiap makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Gula dan garam memiliki efek jahat bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan,” tegasnya.
   
Rully pun menyarankan para penderita hipertensi dan diabetes untuk memeriksakan darah dan urine secara teratur, mengingat penderita salah satu atau kedua penyakit tersebut lebih berisiko mengalami gagal ginjal. Selain terkena gagal ginjal, pasien akan berpotensi terkena stroke atau serangan jantung.
   
“Anda yang tak menderita diabetes maupun hipertensi harus tetap menjalani pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, dan istirahat cukup. Penyakit ginjal tak mengenal usia. Ia bisa menyerang siapa saja, termasuk Anda yang masih muda,” paparnya.

Rizka Azizah





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?