Dulu, metode yang digunakan untuk operasi katarak adalah Intra Capsular Cataract Extraction, dengan mengeluarkan seluruh bagian lensa dan intinya. Ini sudah ditinggalkan karena menimbulkan komplikasi akibat luka sayatan lebih dari 1 cm dan pasien sesudahnya harus menggunakan kacamata yang tebal.
Teknologi paling mutakhir untuk operasi katarak adalah fakoemulsikasi, teknik operasi mata menggunakan getaran ultrasonic dan membuat luka irisan 1,7- 2,5 mm. “Prinsipnya, lensa dipecah dalam beberapa bagian, yang selanjutnya lensa yang hancur diisap dengan alat, kemudian dipasang lensa tanam lipat (foldable intra ocular lens),” ujar dr. Ikhsan Revino, Sp.M dari SMEC Klinik Mata Keluarga, Jakarta.
Dengan teknik ini, berapa pun derajat ketipisan katarak, operasi dapat dilakukan tanpa menunggu katarak menebal. Operasi dilakukan sekitar 10 menit dan pasien tidak perlu rawat inap. Dokter Ikhsan mengatakan, keuntungan teknik ini ialah luka irisan kecil, tanpa jahitan, tanpa suntik, dan tanpa perban sehingga penyembuhan lebih cepat. (f)