Celebrity
Dua Kaki, Timothy Marbun - Sumi Yang

10 Feb 2016


Ditanya soal kecocokan di antara keduanya, Timmy dan Sumi justru menyebutkan berbagai sifat mereka yang berbeda. “Dia cepat eksekusi, saya terlalu banyak mikir. Dia pemarah, saya enggak,” kata Timmy, yang disambut seruan tak setuju dari istrinya. “Timmy memang banyak mikir, tapi ide-idenya selalu brilian,” aku Sumi.

Presenter Sapa Indonesia Pagi itu mengakui bahwa karakter istrinya yang gerak cepat dan berani mengambil risiko berperan besar dalam kesuksesan bisnis mereka sekarang, coffee shop Sabang 16, di Jakarta Pusat. Hal ini terutama terlihat sejak mereka menjadi mengambil alih saham sepenuhnya. Setelah menjalankan bisnis bersama beberapa tahun tanpa ada konflik dan perselisihan, Timmy dan Sumi mantap mulai memikirkan bisnis baru di bidang retail.

“Sebetulnya saya menikahi dia hanya untuk mengamankan bisnis. Takutnya kalau tidak segera dilamar, bisnis kami mandek. Pernikahan ini memang sebetulnya didasari harta dan takhta, bukan cinta, ha… ha… ha…,” kelakar Timmy, sambil menimang dan menciumi si kecil Russell yang tertawa cekikikan.

Sifat Timmy yang senang bercanda ini rupanya menular juga ke Sumi. “Saya tadinya orangnya serius. Tapi, sejak bersama dia, selera humor saya jadi agak meningkat, saya jadi senang bercanda. Malah rasanya saya sudah lebih lucu dari dia,” ungkap Sumi. Sementara, Timmy mengaku sering kebingungan ketika Sumi memintanya untuk mengulang joke-nya di depan teman-teman mereka. “Saya sampai bosan. Kan efek lucunya sudah tidak sama lagi,” gurau Timmy.

Advertisement
Tapi, toh, Timmy akan terus meladeni permintaan Sumi untuk melucu. “Soalnya, salah satu pintu masuk ke dalam hati wanita adalah dengan membuatnya tertawa,” katanya. Sumi setuju. “Memang, faktor utama yang membuat saya tertarik adalah karena dia lucu. Kalau dia sudah melucu, saya bisa tertawa enggak selesai-selesai. Kalau diulang pun, saya bisa tertawa seperti baru pertama kali dengar ceritanya,” aku Sumi, tergelak.
 
Setelah terbilang mapan dalam karier dan usaha, keduanya tidak memungkiri bahwa sempat terpikirkan untuk memilih salah satu jalan saja. Mereka menyadari bahwa melakukan dua hal sekaligus akan membuat semuanya jadi tidak maksimal. “Kalaupun kami harus memilih antara karier jurnalistik dan bisnis, rasanya Sumi yang akan meninggalkan kariernya dulu sebelum saya. Soalnya, memang dia yang jiwa bisnisnya lebih besar di antara kami berdua,” tutur Timmy, dengan rasa bangga yang terpancar di mata.

    Di balik karakter mereka yang berbeda, Sumi dan Timmy mengaku nyaman karena mereka mengejar hal yang sama. “Kami menginginkan hal-hal yang sederhana, kami bukan pasangan yang neko-neko. Buat kami, menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah saat akhir pekan itu adalah sebuah kenikmatan dan luxury,” tutur Sumi, yang memiliki ‘perjanjian’ dengan suaminya untuk selalu melewatkan weekend pertama setelah tanggal gajian di rumah saja, demi menghindari macet dan keramaian mal Jakarta.(f)

PRIMARITA S. SMITA





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?