Sex & Relationship
Disalahkan Soal Pengasuhan Anak

14 May 2014


Anda sering disalahkan suami karena kenakalan anak-anak di rumah yang diasuh oleh pembantu. Bekerja di kantor dan sering pulang larut malam membuat suami meminta untuk berhenti kerja dan mengurus anak-anak du rumah. Namun Anda tak mengabulkannya karena ingin memberi nafkah keluarga sekaligus mengamalkan ilmu yang dipelajari.

Menurut Irma Makarim, pada saat ini orang tua punya tugas cukup berat dalam membesarkan anak. Banyak pasangan bekerja keras dengan maksud baik, yaitu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Tetapi, kesibukan ini terkadang membuat orang tua lupa bahwa hubungan dengan  anak merupakan  hal utama.

Semua orang tua sebenarnya bisa melihat  bahwa anak butuh perhatian yang tak terhitung banyaknya.  Mereka  akan berusaha melakukan  apa pun untuk menarik perhatian orang tuanya. Bila anak merasa kurang diperhatikan atau dikasihi, bersikap nakal menjadi salah satu cara mereka untuk menarik perhatian orang tuanya.

Sikap orang tua yang saling menyalahkan atau adanya pertengkaran bukan saja tidak membantu, sebaliknya akan menciptakan suasana yang tidak nyaman dan  anak akan merasa tak aman berada di rumahnya sendiri. Ini bukanlah lingkungan yang baik untuk membesarkan anak-anak. Menghadapi kondisi seperti ini diperlukan kerja sama dan sikap saling mendukung. Kekhawatiran suami bisa dimengerti, dan tentunya ia tak bisa menanggulangi sendiri, karena memang perkembangan dan pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama.

Anda perlu memikirkan kembali dan bertanya pada diri sendiri, mengapa Anda ingin punya anak? Apakah Anda mencintainya dan hubungan seperti apa yang Anda inginkan dengan anak Anda? Kalau Anda mencintainya dan menginginkan yang terbaik bagi anak, maka Anda harus menunjukkan dengan perilaku Anda, bukan hanya dengan kata-kata.
Advertisement

Mulailah dengan memberikan lebih banyak waktu untuk hadir dalam hidup anak Anda. Bukan berarti Anda tak boleh bekerja atau mengamalkan ilmu, tetapi harus berusaha mengatur jam kerja agar pulang lebih cepat. Anda juga bisa memikirkan untuk kerja paruh waktu atau bekerja dari rumah.  Bila Anda sesekali terpaksa pulang malam, aturlah dengan suami agar ia bisa bersama anak. Untuk menciptakan suasana damai dalam  rumah tangga, dibutuhkan rasa saling menghargai, saling mendukung, serta berbagi dalam membesarkan anak dan bersama-sama meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
    
Sedangkan menurut Monty Satiadarma, sebaiknya tidak saling menyalahkan, karena pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama. Tak layak juga membebani kesalahan pada pembantu, karena sesungguhnya pengasuhan anak terletak di tangan orang tua; pembantu adalah orang yang membantu orang tua memberi pengasuhan. Sifat mereka memang membantu,  bukan penangung jawab penuh.
    
Karier merupakan bukti sukses pribadi, kerja merupakan pendukung rumah tangga. Namun, yang utama justru rumah tangga itu sendiri. Jangan kerja dan karier mengorbankan kehidupan rumah tangga. Rumah tangga adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab sepihak. Anak-anak adalah keturunan orang tua. Jika pertumbuhan dan perkembangan mereka bermasalah, orang tua juga yang harus mempertanggungjawabkannya.

Berbagi tanggung jawab pengasuhan adalah hal yang layak untuk dilakukan. Mengembangkan karier dan kerja merupakan hal penting juga, namun harus dilakukan secara proporsional, mengingat pengasuhan anak merupakan hal yang amat penting bagi kelangsungan hidup keluarga selanjutnya.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?