Dengan teknologi sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin.
Kemajuan paling signifikan dibandingkan sistem konvensional, adalah penggunaan kateter melalui pembuluh kaki (femoral). Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien, karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak. Jadi dengan tindakan invasif seminimal mungkin, hasil yang dicapai pun lebih baik.
"Prosedurnya DSA, dokter membuat sayatan kurang dari 0,5 cm untuk memasukkan kateter di lipatan paha. Kemudian kateter dicabut dan tutup lukanya. Terapinya memakan waktu sekitar 30 menit," ujar dr. dr. Samuel Tandionugroho Sp.Rad. (f)