Melesatnya perkembangan dunia digital turut menjelajah dapur rumah tangga. Tengok saja, hampir semua peralatan memasak sudah terkomputerisasi dan terprogram untuk memudahkan pekerjaan di dapur. Mulai dari alat ukur hingga kompor untuk memasak.
Dalam Consumer Electronic Show (CES) 2015, sebuah perhelatan yang memamerkan teknologi terkini dalam dunia elektronik di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Januari 2015 lalu, kompor interaktif menjadi salah satu yang mencengangkan pengunjung. Tungku berpenampilan seperti meja kerja ini tak hanya berfungsi sebagai kompor induksi, tapi juga bertindak layaknya tablet di atas meja dapur yang menghubungkan Anda dengan dunia maya. Resep-resep masakan dari berbagai website dapat diproyeksikan tepat di samping panci yang sedang merebus kaldu. Teknologi touchscreen turut memudahkan Anda untuk menggunakannya.
Di masa depan, berbicara dengan peralatan rumah tangga mungkin saja terjadi. Karena, saat ini sudah tersedia lemari es, oven, atau pendingin ruangan yang bisa chatting dengan Anda melalui aplikasi chatting di smartphone.
Lemari es dapat memberi tahu berapa sisa bahan makanan seperti telur ayam dan atau jumlah dus susu, saat Anda sedang berbelanja di supermarket. Lemari es canggih ini pun dilengkapi kamera yang dapat mengirimkan gambar isi, ketika terakhir kali pintu ditutup. Demikian pula dengan oven dan pendingin ruangan. Tak terbayang kan, betapa mudahnya hidup ketika oven dapat memberi saran resep makan malam hari ini. Atau, pendingin ruangan yang akan bekerja mendinginkan ruangan beberapa saat sebelum Anda tiba di rumah. Bukan itu saja, lewat teknologi smartphone, jika terjadi kerusakan, semua peralatan tersebut akan mengabarkan kepada Anda bahwa dirinya sedang ‘sakit’. (f)