Health & Diet
Diet Alkaline, Bisa Menetralisasi Sendiri

17 Feb 2016


Advertisement
Kepopuleran diet alkaline beberapa tahun belakangan ini menghadapi tanggapan skeptis dari para dokter. Menurut mereka, asupan makanan jenis tertentu tak dapat mengubah kadar pH dalam tubuh. Spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals, dr. Samuel Oetoro, MS, Sp GK, mengatakan bahwa semua makanan, jenis basa atau asam, pada akhirnya akan berakhir netral di dalam tubuh manusia. 
 
Dokter Samuel menjelaskan, lambung akan mencerna makanan secara mekanis. Untuk menghaluskan makanan tersebut menjadi bubur dibutuhkan asam lambung, sehingga suasana di lambung akan menjadi sangat asam. Lalu, makanan yang asam tersebut akan diturunkan lagi ke usus 12 jari dan kembali dinetralkan oleh cairan yang bersifat basa, yaitu enzim-enzim pencernaan. Bahan makanan yang bersifat netral itulah yang nantinya akan diserap tubuh. 
 
“Inilah alasan dasar mengapa tubuh memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan kadar pH dalam darahnya sendiri. Jadi, rasanya kita tidak perlu repot-repot memilih konsumsi makanan basa atau asam karena pada akhirnya tubuh menetralkan sendiri kadar pH tersebut,” tambah dr. Samuel lagi.
Bahkan, menurut weight-control consultant dari LightHOUSE, dr. Grace Judio-Kahl, M.Sc,M.H.,CHt, fluktuasi pH tak hanya ditentukan oleh makanan. “Banyak hal yang bisa memengaruhi perubahan kadar pH dalam tubuh selain makanan, yaitu aktivitas fisik  tiap hari dan perasaan emosional. Namun, tubuh akan kembali menyeimbangkan pH tersebut,” tuturnya.
 
Selain itu, organ paru dan ginjal menjadi poin penting untuk menyeimbangkan kadar pH-nya sendiri. “Kedua organ ini bertanggung jawab menjaga pH kita tetap netral. Selama masih berfungsi baik, kita tidak perlu panik harus mengontrol kadar pH,” tambahnya. 
 
Tak dapat dipungkiri, banyak terjadi kesalahpahaman mengenai diet alkaline ini. Memang, secara kebetulan makanan-makanan menyehatkan tergolong dalam jenis makanan basa, sementara makanan yang tidak menyehatkan justru kebanyakan masuk dalam golongan makanan asam. Selain itu, diet ini juga memaksimalkan konsumsi buah dan sayuran yang minim proses pengolahan sehingga menyehatkan. 
 
Karena itu, walau tak ada korelasi antara konsumsi makanan basa dan asam dengan menyeimbangkan pH dalam tubuh,   banyak dokter dan praktisi kesehatan setuju bahwa diet ini memang menyehatkan. Hanya, perlu diluruskan bahwa memaksimalkan konsumsi sayuran dan buah bertujuan bukan untuk menyeimbangkan basa, melainkan untuk menyaring manfaat kesehatannya bagi tubuh. 
 
“Misalnya karena kandungan antioksidannya yang tinggi atau vitaminnya yang beragam. Semua itu penting untuk metabolisme sel,” tambah dr. Samuel lagi. Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat, kita dapat mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak ke dalam tubuh, sehingga dapat menangkal berbagai macam penyakit.(f)
 



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?