Dian bercerita, ia memilih menjauh dari dunia film karena ingin bekerja kantoran. Berbekal ijazah ilmu filsafat, ia melamar pekerjaan dan berhasil diterima menjadi karyawan di perusahaan konsultan manajemen internasional. “Ini jadi salah satu jalan pilihan saya untuk meraih sesuatu yang besar. Di perusahaan ini, saya memulai karier dari nol. Enggak ada, tuh, Dian Sastro si pemain film. Saya juga berhasil meyakinkan perusahaan, saya mampu menyejajarkan diri dengan rekan-rekan di kantor,” kenangnya.
Mempelajari dengan saksama sistem kerja, dan bekerja hingga dini hari merupakan hal yang rutin Dian lakukan di awal ia bekerja. Hasilnya, pengabdiannya selama 3,5 tahun di perusahaan yang menjunjung tinggi nilai people first itu memberikan bekal yang sangat bermanfaat untuk Dian saat ia kembali bermain film.
Dengan tegas ia berkata, semua aktor dan aktris harus profesional bukan hanya saat berakting. "Bekerja di dunia kreatif bukan berarti bisa longgar dengan aturan, misalnya datang terlambat atau tidak menyimak apa yang dibicarakan,” tuturnya.
Sekarang, ada misi yang akan segera ia wujudkan. Sejak awal tahun ini, selain persiapan syuting film, ia juga sudah mempersiapkan diri untuk menjadi produser film. Dian telah berdiskusi dan meminta saran dari produser senior, seperti Mira Lesmana dan Shanty Harmain, sebagai mentornya. Sekali dalam sebulan mereka bertemu untuk berdiskusi tentang tugas dan tanggung jawab seorang produser. Selain itu, ia juga membaca buku-buku tentang perfilman, seperti The Actor’s Art and Craft karya William Esper. “Saya belajar tentang penulisan cerita, sinopsis, dan menghitung anggaran produksi,” ujarnya.
Peraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Deauville, Prancis tahun 2002 ini beralasan, niatnya menjadi produser film adalah bagian dari tindakan regenerasi pada dunia perfilman Indonesia. Alasan lain, ia tidak mau selamanya menjadi objek, baik dalam film maupun bintang iklan. “Ibarat toko yang menjual barang-barang, sudah saatnya saya harus menjadi pemilik toko tersebut,” katanya, mantap.
Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, ke depannya Dian ingin film-film drama keluarga yang akan menjadi kekuatan produksinya. “Saya kan pencinta berat film drama keluarga,” ungkapnya, tersenyum. (f)