Fashion Trend
Desainer Indonesia di Japan Fashion Week

1 May 2014


Anda patut berbangga karena di hari ketiga Mercedez Benz Fashion Week Tokyo, 2014, dua desainer asal Indonesia ikut memperkenalkan koleksi terbarunya. Yang mengejutkan adalah antusiasme penonton yang memenuhi ruangan Hall A, Shibuya Hikarie. Pasalnya, fashion show yang biasa diadakan di pagi hari memiliki pengunjung yang lebih sedikit dibanding dengan peragaan busana di malam hari. Namun, tidak demikian  pada saat Major Minor dan Nur Zahra mempersembahkan karya mereka. Ruangan tersebut ramai disaksikan oleh para pengamat mode, media internasional, dan buyer dari beberapa negara di dunia.
   
“Keikutsertaan dua desainer Indonesia di sini masih merupakan bagian dari Program Indonesia Fashion Forward (IFF) tahun ini yang diprakarsai oleh Jakarta Fashion Week (JFW),“ ujar Lenny Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week. Selain Paris, Milan, London, dan New York, Kota Tokyo juga menjadi panutan mode yang berpengaruh pada tren mode di dunia. Diharapkan kedua desainer Indonesia dapat memberi sentuhan yang berbeda untuk mewujudkan tren yang ada. “Dan kenyataannya, Nur Zahra serta Major Minor mendapat tanggapan yang luar biasa di mata media internasional, khususnya Jepang, yang mengulas keduanya sebagai artikel besar di majalah hingga fashion blogger di sana,” tambahnya.

Lenny juga mengungkapkan,  penampilan busana muslim merupakan pertama kalinya ada di Tokyo Fashion Week. Hal ini tentu membuka mata banyak orang di sana bahwa  busana muslim bisa sangat fashionable dan bisa digunakan oleh berbagai kalangan nonmuslim.

Hal ini disetujui oleh Windri Widiesta Dhari, desainer Nur Zahra, yang ingin menunjukkan bahwa hijab bisa terlihat modern dengan kolaborasi tren, teknologi, dan etnik. Seperti 20 koleksinya yang ditampilkan bertema ‘Layers of Fidelity’ dengan konsep modern street wear, sangat difokuskan pada keunikan motif yang tidak mudah ditiru serta memiliki karya seni dan budaya tinggi. Didominasi bahan katun foil dengan 5 kali proses celup, dan menggunakan bahan pewarna organik yang sangat alami.

Advertisement
“Nur Zahra berusaha mempertahankan 3 unsur penting di dalam menciptakan koleksinya selama ini, yaitu penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, kualitas jahitan yang rapi, dan keunikan desain dengan sentuhan etnik. Untuk rancangan kali ini, busana yang berlapis-lapis dengan tabrak motif menjadi keunikan saya untuk memberi ide segar dan baru kepada pasar dunia, khususnya di Jepang dan negara Asia lainnya,” ujar Windri.

Seperti tunik dipadu jaket panjang dan selendang aksen print atau coat ringan dengan celana bahan ramai motif tampak istimewa dengan paduan hijab modern. Tidak hanya itu, Nur Zahra juga merancang khusus topi yang desainnya terinspirasi dari aktis Hollywood tahun ’60-an, Jean Seberg, untuk melengkapi karyanya saat fashion show di Jepang kali ini.
    Antusiasme penonton juga sangat dirasakan pada saat Major Minor menampilkan koleksi ready to wear-nya dalam struktur desain yang rapi dan dinamis. “Di sini kami berusaha memberi rancangan international look yang bisa diterapkan di pasar Asia maupun negara lainnya, seperti Eropa dan Amerika. Pada kesempatan ini, Major Minor juga memasukkan seni fotografi lewat teknik print yang ditampilkan pada beberapa busana. Kebetulan sekali rekan kami, Bona Soetirto (fotografer Indonesia), memiliki karya foto berupa lampu-lampu neon pertokoan di Kota Tokyo yang kemudian kami terjemahkan menjadi motif   unik,” ujar Ari Saputra, salah satu desainer Major Minor.
        
Dua puluh koleksinya tampil dengan detail yang berbeda, namun konsisten menonjolkan dua sisi kelembutan sekaligus ketangguhan wanita. Terlihat pada beberapa busananya yang didominasi  warna-warna monokrom bersama warna merah dan biru. “Fokus rancangannya di sini memang ditujukan untuk autumn/winter collection, sehingga warna-warna tersebut kami terapkan. Selain itu, detail bulu dan jaket juga menjadi aksen baru pada koleksi kali ini. Namun, karakter desain kami tetap dapat digunakan oleh konsumen di negara-negara dua musim seperti Indonesia. Pada Juli 2014 semua koleksi ini akan hadir di gerai baru Major Minor di Plaza Indonesia, Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan wanita di tanah air tentunya,” papar Ari.

Chanti Sari

FOTO: Hermawan



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?