Ikan merupakan primadona dalam sajian Papua. Hidangan yang disebutnya hampir selalu ada di meja makan. Ikan Selar Goreng adalah salah satu yang nyaris tak pernah absen. Biasanya menggunakan ikan laut berukuran mungil, digoreng di dalam minyak banyak dan panas hingga kering. Sedap disantap bersama Sambal Colo-Colo dan nasi hangat! Letaknya yang bertetangga dengan Pulau Sulawesi memang menularkan tradisi makan sambal khas Manado di Papua.
Kuah Kuning yang khas disajikan bersama papeda (makanan pokok berbahan sagu) tentu yang terpopuler di antara masakan Papua lainnya. Serunya, pilihan ikan lebih bervariasi. Ada yang berbahan ikan gurami, ikan kakap, atau fillet ikan dori. Kuahnya didominasi rasa kecut segar dari perasan jeruk nipis. Saat panas, tercium aroma khas kemangi yang mengundang lapar.
“Bagi orang Papua, ayam termasuk masakan mewah, karena didatangkan dari Pulau Jawa, sehingga harganya cukup mahal,” cerita Paul. B. Nio, suami Winni, saat menghidangkan Ayam Rabe. Dalam bahasa Papua, rabe berarti sobek. Dinamakan begini karena setelah digoreng ayam disuwir, lalu dibumbui sambal beraroma terasi.
Untuk sayuran, ada Rujak Daun Ubi. Berupa daun ubi rebus bersiram sambal gula merah dan air asam jawa. Rasanya memang segar mirip rujak. Ada juga Sayur Acar Kuning Papua. Persis dengan acar kuning dari Jawa. Bedanya hanya pada penambahan kacang tanah goreng yang ditumbuk. Menarik, bukan? (f)
Alamat: TIS Plaza. Jl. MT. Haryono Kav. 9, Jakarta Selatan.
Telp: (021) 8301353.
Jam buka: 10.00-22.00 WIB (Minggu-Kamis), 10.00-23.00 WIB (Jum’at-Sabtu).
Harga*): Rp8.000-Rp87.500 (belum termasuk pajak 10%).
Suasana: Cocok untuk bersantap bersama keluarga atau tempat meeting.
*)Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.