Food Trend
Dari Roti Hingga Champagne

4 Oct 2013


Kurma tak cuma dikonsumsi utuh sebagai buah. Dari zaman ke zaman, ada banyak bentuk makanan (dan minuman) diolah atau diracik dengan bahan daging buah kurma. Saat-saat berbuka puasa di Indonesia, kita biasa dihidangkan kolak kurma. Di Maroko, kurma (tanpa biji) dipotong-potong untuk bahan berbagai camilan manis-gurih semisal pudding yang disebut tajines; atau kue kering yang disebut ka'ak dan  dan ragam ‘pencuci mulut’ lainnya.

Kurma roti kacang, merupakan jenis kue populer di Amerika Serikat terutama menjelang hari-hari libur. Sementara di Libya, sejak lama kurma diproses menjadi gula-kurma, cuka-kurma. Atau diproses menjadi bentuk dadu, pasta olesan, sirup dan ‘madu’ yang disebut dibs atau rub.

 Di Gurun Sahara, kurma biasa dikeringkan, ditumbuk, dan dicampur dengan gandum untuk bahan baku bergizi. Di Nigeria utara, kurma dan lada ditambahkan ke dalam bir asli untuk  mengurangi rasa mabuk peminumnya. Di tenggara Spanyol kurma diolah dengan almond goreng, disajikan terbungkus pada daging asap.

Salah satu oleh-oleh populer khas Mekah ataupun Madinah adalah kurma isi, yang dibuat dari kurma tanpa biji, yang sebagai gantinya lantas diberi isian berupa biji almond, kenari, manisan jeruk dan kulit lemon, tahini, marzipan ataupun krim keju. Inovasi terbaru antara lain kurma berlapis cokelat dan produk-produk seperti jus kurma bersoda, yang digunakan di beberapa negara-negara Islam sebagai sampanye versi non-alkohol, untuk acara khusus atau keagamaan.
Advertisement