Siapa mengira jika kecombrang, bunga yang kerap ditemukan tumbuh liar di pekarangan, saat dihadirkan dalam sajian sederhana seperti urap atau pepes ikan mas, mampu membuat banyak orang surprise mencicipinya!
DARI HONJE HINGGA PATIKALA
Kecombrang bukan sesuatu yang asing dalam kuliner Indonesia. Terna (tumbuhan berbatang lunak) tahunan yang bermanfaat sebagai bahan obat, rempah, maupun sayuran ini tumbuh subur di pelosok Nusantara, dengan nama daerah masing-masing.
Bisa jadi, kecombrang juga merupakan salah satu jenis tumbuhan yang punya banyak nama ilmiah, yang satu sama lain disebut sinonim dan sah untuk disebutkan. Dalam Kitab Besar Bahasa Indonesia (KKBI) misalnya, nama ilmiah kecombrang ditabalkan sebagai Nicolaia hemisphaerica, sementara berbagai nama ilmiah lain juga kerap digunakan orang, semisal: Etlingera elatior, Diracodes javanica Bl, Nicolaila speciosa Horan, Phaeomeria magnifica (Roxb.) K. Schum., Phaeomeria speciosa (Bl.) Kds, Phaeomeria intermedia Valet, dan banyak lagi.
Apakah ini berkait dengan jenis kecombrang yang memang beragam? Entahlah. Yang pasti Thomas Stamford Raffles dalam buku Story of Java mengidentifikasikannya sebagai Torch Ginger, karena keluarga jahe-jahean satu ini memang memiliki bunga bertongkat yang sekilas mirip nyala obor. (f)