Sudah dua tahun ini saya dan suami menjadwalkan liburan keluarga, minimal dua kali dalam setahun, yaitu saat Lebaran dan liburan sekolah anak. Tetapi, keuangan kami pas-pasan karena sumber pemasukan hanya dari gaji suami. Selama ini kami hanya mengandalkan kartu kredit untuk menutup biaya liburan. Namun, besarnya limit kartu kredit justru membuat kami sering kebobolan. Belum sampai utang yang lama lunas, masa liburan sudah kembali datang. Apakah pembiayaan liburan dengan kartu kredit adalah cara yang benar?
Jawab:
Liburan keluarga memang perlu dilakukan secara reguler demi meningkatkan kedekatan keluarga dan melepas kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Tetapi, sumber dana untuk melaksanakan liburan perlu direncanakan dengan matang. Apabila kondisi keuangan memang memungkinkan, dapat disisihkan anggaran sesuai dengan destinasi dan tipe kegiatan yang akan dilakukan.
Kebersamaan keluarga dan melepas kepenatan tidak selalu membutuhkan liburan yang mahal. Anda dan suami dapat merencanakan liburan yang lebih ekonomis, misalnya camping, piknik, pergi memancing, ataupun pilihan aktivitas lain yang tidak membutuhkan Anda menggesek kartu kredit.
Pilihan lain, coba melakukan liburan bersama beberapa keluarga lain, sehingga beberapa jenis biaya, seperti biaya sewa mobil dan bensin, dapat ditanggung bersama.
Konsultan Finansial: Lilis Setiadi