Suami tampaknya tengah frustrasi karena kehilangan pekerjaan dan ketidakmampuannya menafkahi keluarga. Keadaan ini menumbuhkan rasa ketidakberdayaan pada dirinya sehingga menjadikannya sensitif terhadap segala hal. Sikap marah-marahnya hanyalah cara ia menutupi perasaan lemahnya.
Kesabaran dan pengertian dari Anda dan anak-anak sangatlah dibutuhkan suami dalam menghadapi masa transisi ini. Ajak anak-anak bicara sesuai usia mereka tentang kesulitan yang keluarga, dan khususnya ayah mereka, hadapi. Ingatkan mereka agar berhati-hati ketika berkomunikasi dengan ayah mereka, agar tidak memicu kemarahannya.
Berikan saran pada suami ketika ia memintanya. Namun, jangan juga memaksakan keinginan atau pendapat Anda kepadanya. Berikan kesempatan kepada suami untuk memutuskan apa yang terbaik bagi keluarga. (f)