Cara Delevingne, Mulai Berakting
15 Feb 2016
Menorehkan prestasi hebat di dunia modeling dalam waktu singkat, namun Cara Delevingne (23) memutuskan mundur dari dunia fashion. Bukan persaingan yang kompetitif yang menjadi alasan, namun ia merasa dunia model tidak cocok dengan jiwanya yang feminis. Kini, Cara membuka peluang karier baru di dunia akting yang sepertinya akan memberikan masa depan cerah untuknya.
Dalam wawancara dengan The Times, pada Agustus 2015 itu, Cara membuat publik pencinta fashion terkejut. Model asal Inggris ini mengucapkan selamat tinggal pada industri fashion. “I’m not doing fashion work anymore,” katanya.
Ada apa dengan Cara? Maklum, sejak muncul pertama kali di runway London Fashion Week, pada Februari 2011, dalam show Burberry Prorsum autumn/winter collection, Cara memberikan harapan bagi dunia fashion akan lahirnya seorang supermodel baru. Kala itu Cara ‘hanya’ muncul di urutan ke-6, sementara model pembuka dan penutup show tersebut adalah Jourdan Dunn, model kulit hitam asal Inggris yang masuk daftar model dengan penghasilan terbesar versi majalah Forbes 2014.
Tak butuh waktu lama bagi Cara untuk menjawab harapan para fashionista atas kehadirannya. Di penghujung tahun yang sama, di show Burberry Prorsum spring/summer collection, ia sudah menjadi model pembuka dan penutup show.
Setelah itu, karier Cara memang tak terbendung. Di tengah persaingan dunia model yang sangat kompetitif, meski tinggi tubuhnya termasuk pendek untuk ukuran model catwalk (1,73 cm), Cara mampu menaklukkan runway di 4 fashion week yang menjadi kiblat dunia fashion, yaitu London Fashion Week, Milan Fashion Week, New York Fashion Week, dan Paris Fashion Week.
Di London Fashion Week bersama Burberry Prorsum Womenswear autumn/winter pada Februari 2012, pencinta fashion akan selalu ingat ketika Cara ‘memimpin’ para model berjalan dengan membawa payung di sepanjang runway yang dihujani confetti. Sementara, fashion tent transparan tempat show itu digelar dibasahi oleh rinai hujan buatan. Pada tahun itu, ia juga mulai bersahabat dengan desainer Chanel, Karl Lagerfeld, yang memujinya sebagai model yang berbeda dari yang lain karena bisa bersikap liar dan tetap mengeluarkan sisi cantiknya secara bersamaan.
Dalam keseharian, wanita yang memiliki 2 tato di lengannya ini memang tidak terlalu peduli penampilan. Ia lebih suka bergaya preppy ke mana pun dia pergi. Gaya tomboy-nya tetap ia pertahankan, bahkan ketika ia diminta menjadi salah satu bridemaid tantenya dengan tetap memakai baju sepak bolanya sebagai lapisan dalam gaunnya. Dia juga tak sungkan menunjukkan mimik wajah lucu dan karikatural di foto-foto atau video yang banyak beredar di dunia maya.
Meski begitu, prestasi yang ditorehkan wanita kelahiran London, 22 Agustus 1992, dalam waktu tak lebih dari setahun membuat orang angkat topi untuknya. Terlebih, setelah itu tubuh langsing dan wajahnya yang khas dengan alis tebal dan sorot mata tajam selalu bisa ditemukan di semua show rumah mode papan atas dunia. Bahkan, pada tahun-tahun selanjutnya, di tiap 4 fashion week besar itu, jadwal Cara tidak lagi bisa dihitung dengan 10 jari, karena rata-rata jadwal show-nya sudah belasan kali.
Model yang tergabung dalam agensi Storm Model Management ini juga laris menjadi model iklan. Dari H&M Authentic Collection (2011), Dominic Jones Jewelery (2012), Blumarine, DKNY, Tom Ford, Yves Saint Laurent, Zara, hingga Chanel. Wajah menawannya yang dibingkai rambut panjang pirang juga menjadi cover berbagai majalah fashion terkemuka, seperti Vogue, LOVE, dan W.
Cara mengatakan, keputusan pensiun itu dilandasi oleh alasan kesehatan fisik dan mentalnya yang drop. Tidak bisa dipungkiri, meski terlihat gemerlap dan glamor, hidup sebagai model sangat tidak mudah. Profesi yang mengandalkan tubuh sebagai aset utama ini memang sering kali bisa sangat kejam.
Untuk tuntutan ukuran tubuh misalnya, sudah menjadi problem klasik industri fashion yang menuntut model berukuran nol, alias sangat-sangat kurus. ‘Aturan’ yang banyak menelan korban nyawa model yang berdiet gila-gilaan. Meski kritikan tak henti dilayangkan, hingga kini mereka tak mampu mendobraknya.
Cara tak lolos juga dari tuntutan itu. Menurutnya, sangat mengerikan ketika ada orang yang mengatakan kepadanya bahwa ia terlalu gemuk dan harus segera menurunkan berat badan. “It makes me so angry. If you don’t want to hire me, don’t hire me,” ujarnya.
Lebih lanjut Cara mengatakan, profesinya itu kurang selaras dengan jiwanya yang feminis. "Profesi ini membuat saya merasa ada lubang. Saya lupa, betapa masih muda usia saya, tapi saya merasa begitu tua,” ujarnya, sambil mengatakan bahwa dunia itu tidak membuatnya bertumbuh menjadi manusia. Hal itu dilandasi fakta bahwa tekanan profesi membuat penyakit psoriasis (penyakit autoimun yang menyerang kulit) yang ia derita di kakinya kian parah. "Sementara, orang-orang sepertinya akan memakai sarung tangan dan tidak mau bersentuhan dengan saya, seperti saya terkena penyakit menular saja,” ujarnya, kesal. (f)