Food Trend
Brunch, Awalnya di Hotel

11 Feb 2016

Suatu kesalahan, jika kita menyebut maraknya aksi hotel-hotel bintang lima dalam membuat brunch sebagai cara agar tak tertinggal tren. Brunch justru adalah culture yang sudah lama diperkenalkan di hotel dan diadopsi restoran-restoran nonhotel. Selepas jam sarapan yang sibuk, para cook di hotel telah terbiasa berbenah menuju Sunday brunch. Di tahun 2009, brunch di Seasons Café, di Four Seasons, telah eksis, diikuti hotel bintang lima lainnya.

Yang beda, hotel di Jakarta kembali memasarkan brunch dalam teknik pemasaran yang lebih modern, yakni ke kalangan muda. Langkah ini membuat brunch lingkup hotel tak sebatas sekadar hiburan weekend milik keluarga ekspatriat. Shangri-La Hotel Jakarta telah lama mengadakannya serentak di tiga restoran, yakni di Satoo, Shang Palace, dan Rosso, mulai pukul 11.30 WIB.

Rasa Restaurant, restoran buffet di InterContinental Jakarta MidPlaza, juga menghadirkan hidangan Nusantara, oriental, western, hingga barbecue party sepanjang pukul 11.00-15.00 WIB. Makanan Nusantara? Brunch memang beradaptasi ketika mendarat ke budaya setempat. Tak mudah mengotak-ngotakkannya sebagai sarapan jam nanggung yang hanya menghidangkan American breakfast atau Continental breakfast ala hotel. Modernisasi membuat hidangan berubah eksploratif. 

Advertisement
Jika awalnya brunch diperkenalkan melalui menu Barat, seperti egg benedict, french toast, crepes, quiche, salad, soup, sosis, bacon, dan ham yang dilengkapi buah, masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan sepinggan nasi mengenyangkan di pagi hari membuat jenis makanan brunch di Indonesia melebar. ”Sajian apa pun sah saja sebagai menu brunch. Intinya, hearty dan dapat menjadi alternatif sajian brunch yang tepat dan lezat,” tutup chef Fernando.

Tak hanya porsi brunch membesar, beberapa restoran yang identik dengan menu Nusantara tetap percaya diri menampilkan hidangan nasi goreng, nasi uduk, hingga ketupat sayur dalam menu brunch. Strategi ini lagi-lagi menjadikan brunch sebagai gaya hidup yang meluas karena mampu memenuhi selera mereka yang kurang cocok dengan rasa Barat namun tetap ingin menikmati hangatnya suasana brunch. Merah Delima juga kini beroperasi pagi, hanya untuk menghidangkan sarapan yang tutup mendekati jam brunch!

Tak hanya di Jakarta, ritual brunch menjamur di Pulau Dewata, dipopulerkan pelancong luar negeri yang ingin bangun telat demi menikmati liburan. Seperti di Jakarta, Bali adalah surga penikmat brunch. Mampir saja ke Crate Café, Kebun Bistro, Sisterfields, dan Watercress. Di Betelnut Café ada nilai lebih berupa menyantap brunch di tepi hamparan sawah. Di La Lucciola, pantai menjadi view menarik. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?