Dulu, sindrom bos muda hanya bisa dijumpai di perusahaan keluarga, yang memang mempersiapkan anak sebagai penerus roda usaha. Tetapi kini, makin banyak perusahaan profesional yang menempatkan generasi muda menduduki posisi manajerial. Menurut Rima Olivia, konsultan karier dari Experd, hal ini terjadi karena makin banyak bidang ilmu keahlian spesifik. Sehingga lulusan jurusan tertentu lebih terarah untuk mengerjakan bidang khusus.
Jadi, daripada membuang waktu dengan memikirkan kenapa seseorang yang masih muda sudah lebih sukses daripada Anda, lebih baik Anda meningkatkan kinerja dengan mempelajari kelebihan yang dia miliki. Ikuti ritme kerja atasan baru sebaik mungkin. Kalaupun ada hambatan, segera kemukakan hal ini kepada atasan. Hindari bersikap emosional, apalagi sampai mengabaikan permintaan atasan. Berikan ruang kepadanya untuk melakukan trial and error.
Bagaimana jika Anda harus berhadapan dengan atasan muda yang bersikap bossy dan temperamental? Gaya kepemimpinan seperti ini biasanya muncul sebagai kompensasi dari rasa tidak percaya diri yang timbul. Jangan menjadikan atasan sebagai ancaman karier karena usianya yang lebih muda. Lebih baik Anda sebagai anggota tim menempatkan diri sebagai seseorang yang bisa ia andalkan. (f)