1. Ucapkan dengan kalimat pendek, to the point, dan jangan berbelit-belit. Makin panjang alasan, kemungkinan Anda terjebak pada kalimat itu sendiri, semakin besar.
2. Jangan mengungkapkan alasan yang dibuat-buat. Misalnya, “Wah, sepertinya pas acara ulang tahun kantor kita, saya sedang datang bulan, Bu. Biasanya perut saya sakit banget. Jadi kayaknya saya nggak bisa jadi penanggung jawab acara.”
4. Minta maaf boleh saja, tapi tak perlu banyak-banyak. Jangan sampai Anda seperti Mpok Minah di serial Bajaj Bajuri yang terus-terusan mengatakan ‘tidak’. Gunakan kata ‘maaf’ secukupnya. Misalnya, “Maaf Pak, saya tidak bisa mengikuti seminar di luar kota karena hari itu bertepatan dengan waktu cuti saya yang sejak sebulan lalu sudah disetujui.” (f)