Ketika banyak aktor perlu berjuang keras untuk mempertahankan popularitasnya di usia paruh baya, tidak demikian dengan Tony Goldwyn (54). Binar bintang pria pemeran Presiden Amerika Serikat Fitzgerald Grant III di serial Scandal ini justru makin terang. Bahkan, pada tahun 2013 ia dinobatkan sebagai Sexiest Man Alive oleh majalah People.
Jika menyebutkan nama Tony, yang teringat pasti adegan-adegan ikonik dalam Scandal. Seperti adegan memilukan ketika ia menggendong tubuh putranya yang dibunuh, tatapannya yang merindu dan suaranya yang penuh hasrat ketika merayu kekasih gelapnya, Olivia Pope (Kerry Washington), dan yang paling fenomenal, phone sex-nya dengan Olivia. Yang terakhir inilah yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial pada penghujung 2014 lalu. Penonton Scandal menjulukinya dengan presidential sex phone.
Sebenarnya, adegan-adegan semacam itu adalah adegan yang lumrah di serial TV political thriller tersebut. Meski begitu, Tony sendiri mengakui bahwa ia selalu deg-degan tiap kali membaca naskahnya. “Saya tahu bahwa tiap kali saya membalik halaman, saya mungkin akan menemukan adegan dengan keterangan ‘Fitz tanpa busana’,” cetus pria lulusan Fine Arts, Bradeis University, dan London Academy of Music and Dramatic Art ini sambil tertawa.
Menyadari bahwa kapan saja tubuhnya bisa menjadi konsumsi jutaan pasang wanita, Tony selalu berusaha menjaga bentuk tubuhnya dengan berolahraga. “Saya berlari dan berlatih taekwondo. Baru-baru ini Kerry memperkenalkan saya pada renang. Ternyata renang olahraga yang luar biasa!” ujar Tony, yang juga selalu melakukan push up 30 kali sebelum syuting.
Lihat saja, cukup banyak foto Tony dan Kerry di red carpet yang menangkap basah Tony tengah menatap Kerry dengan penuh kekaguman. Bukan hanya itu, kemesraan mereka pun jelas terlihat dalam banyak wawancara televisi. Tak mengherankan, banyak yang menduga mereka juga terlibat skandal dan benar-benar jatuh cinta di kehidupan nyata.
Namun, baik Kerry maupun Tony menyangkal hal tersebut. “Chemistry di antara kami berdua tumbuh karena kami saling menghargai kemampuan masing-masing, baik itu bakatnya maupun intelektualitasnya,” ujar Kerry dalam wawancara dengan ABC.
Meski Tony juga berusaha menyangkal spekulasi kedekatan asmara ia dan Kerry, sayangnya pria ini tidak pandai menyembunyikan kekagumannya kepada lawan mainnya ini. “Kami sudah saling mengenal dari kegiatan advokasi sosial dan politik. Tapi, saya juga merasakan ketertarikan fisik alamiah yang tak bisa dikontrol. Saya sangat mengagumi Kerry. Jadi selalu menarik bekerja sama dengannya, dengan atau tanpa adegan seks,” ujar Tony, tertawa.
EKA Januwati