Menurut Michell, prinsip dari panduan nutrisi ini sangat sederhana: orang tua dan konsumen yang berbelanja ke toko bahan makanan, bisa melihat label, dan menilai apakah makanan atau minuman kemasan tersebut baik bagi keluarga mereka. “Ini adalah hal yang besar, dan akan membuat perubahan yang luar biasa bagi keluarga-keluarga di seantero Amerika,” lanjut Michelle.
Usulan Michelle ini mendapat respons positif dari lembaga FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat). “Selama 20 tahun konsumen bergantung pada label nutrisi yang ikonik ini untuk membuat pilihan makanan yang sehat. Agar tetap relevan, label fakta nutrisi yang baru akan melibatkan pengetahuan terbaru tentang nutrisi makanan dan keterkaitannya dengan perkembangan penyakit kronis yang diderita oleh warga Amerika,” ungkap Komisioner FDA Margaret A. Hamburg.
Perubahan ini juga terjadi pada penyebutan vitamin. Ke depannya, vitamin A dan C tidak akan disebut lagi. Tetapi, vitamin D dan potasium akan disebut, karena vitamin ini berpengaruh terhadap munculnya gangguan kesehatan kronis. Informasi “Calories from fat” akan dihapus, tapi keterangan seperti “Total Fat”, “Saturated Fat”, dan “Trans Fat” akan tetap dipertahankan. Menurut FDA, keterangan jenis lemak ini lebih penting daripada jumlahnya. Label fakta nutrisi yang baru ini akan berlaku 90 hari setelah FDA menerima berbagai masukan.
Naomi Jayalaksana
Foto: Corbis