Home Interior
Barang Lama, Wajah Baru

11 Apr 2014


Tren desain interior tahun ini adalah tentang menciptakan kesan yang dramatis dari kesederhanaan. Ketika rancangan interior yang simpel tampil berdampingan dengan bentuk furnitue, warna, atau tekstur bahan yang dramatis, ruangan akan  terlihat lebih semarak dan ‘berani’. Penerapan gaya ini  tidak sulit, karena secara umum tidak memerlukan elemen-elemen interior  yang khusus. 


1. Warna Jenuh
Warna-warna yang cenderung jenuh (saturated color) sedang naik daun dan kelihatannya akan bertahan cukup lama karena sudah terlihat sejak akhir tahun lalu. Saturated color  sebenarnya lebih dikenal dalam dunia fotografi  atau program editing, seperti Photoshop dan Adobe Illustrator. Istilah saturated color atau saturation color bisa dimaknai sebagai penambahan atau mencampur warna-warna netral (krem, abu-abu, putih, hitam, cokelat) ke dalam warna utama (merah, biru, hijau, kuning, jingga, ungu)  tanpa membuat warna utama menjadi lebih pekat atau gelap. Hasilnya  malah cenderung ‘balance’  dan tampil sebagai gradasi warna yang indah.
Golongan warna jenuh sudah cukup banyak, hasil eksperimen pewarnaan,  seperti warna biru laut yang tampak netral, namun mempunyai kemampuan tinggi untuk berbaur dengan warna lainnya. Lalu ada warna pink yang dihasilkan dari campuran warna merah pekat dan warna putih  hingga menjadi warna merah muda dengan beragam tingkatan gradasinya. Warna cokelat gelap bila dicampur dengan  cokelat muda, putih, krem, atau abu-abu akan menghasilkan warna cokelat yang saturated (jenuh).
Gunakan   warna-warna ini  untuk  kain pelapis furniture, gorden,  maupun  aksen pada warna dinding.


2. Kain Kaya Tekstur dan Bercorak Ramai
Tinggalkan katun polos dan linen sederhana. Cobalah akrab dengan beledu, suede,  korduroi bertekstur, kulit embos, atau kain corak ikat.  Material  ini memberi efek mewah jika dipakai pada perabot  interior.  Kain bertekstur atau bermotif  ini  memberi karakter pada interior ruangan secara dramatis.






















3. Gaya Modern, Pola Klasik

 Perpaduan pola klasik yang penuh detail bentuk, seperti lengkungan, ukiran, dan efek mengilap dari  bahan industrial, seperti kaca, logam, aluminium, menguatkan  gaya modern pada  keseluruhan ruangan. Gaya ini juga memberi kesan funky.

Advertisement


























4. Selera Tinggi dengan Harga Rendah
Barang dan perabot  interior karya perancang produk interior  terkenal di dunia  selalu dikaitkan dengan harga tak terjangkau alias mahal. Berikut ini beberapa contoh paling terkenal dan populer: wire chair karya Charles&Ray Eames bergaya abad pertengahan, round end table karya George Nelson, egg chair atau swan chair legendaris-nya Arne Jacobsen, atau lampu gantung void light copper dan mirror ball karya Tom Dixon.
Berkat inovasi ritel, termasuk kolaborasi dengan para  desainer lokal, kini para pencinta interior dapat memuaskan selera tingginya membeli barang-barang serupa karya desainer itu  dengan harga yang lebih bersahabat. Di sini diuji kecermatan dalam memadu-padankan perabot interior karya desainer dengan barang-barang yang lebih terjangkau sehingga tetap bernilai estetis tinggi.  


5. Tidak Senada Itu Gaya!

Masih percaya bahwa segala hal harus matching? Lupakan untuk tahun ini. Menabrak pola atau campur warna  justru sangat menarik dan eksentrik! Berbekal  pengetahuan tentang tren desain sebelumnya,  kita dapat mengambil risiko yang lebih besar untuk bereksperimen. 
Kita semua tahu bahwa warna yang harmonis tidak harus sesuai  dan hal yang sama berlaku pula  untuk pola dan corak. Misalnya, Anda tidak harus menggunakan warna krem untuk seluruh dinding ruangan rumah. Sisipkan saja warna-warna kontras, seperti biru atau merah, di antara warna krem. Sama halnya bila mau mencampurkan corak kain bantal, karpet, pelapis sofa, atau tirai. Coba saja pola kotak dipadankan dengan pola garis atau zig-zag. Corak etnik dengan motif cetak grafis. Atau kursi lengan bahan kulit disandingkan dengan meja kaca dan sofa besar dengan pelapis katun yang nyaman.
Intinya, jangan takut  membawa warna dan tekstur yang berbeda ke dalam ruang Anda. Dapat dipastikan, setelah mencoba Anda akan terkejut melihat seberapa jauh Anda bisa mendorong batas-batas ‘aman’ dan masih mampu menciptakan tampilan progresif.(f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?