Diakui Ayu, melucu tak selalu mudah. Ia selalu putar otak untuk membuat lelucon yang tidak garing. Ia juga suka menantang diri sendiri untuk menghadirkan lelucon baru setiap kali bekerja. “Saya juga berusaha mencari jargon-jargon baru ciptaan saya sendiri. Saya merasa dungu saja kalau harus mengulang lelucon yang sama untuk beberapa kali. Rasanya, kok, nggak kreatif,” lanjutnya.
Anda humoris sekali, sejak kapan Anda suka melucu?
Sejak dulu memang saya suka bercanda dengan siapa saja di sekeliling saya, dengan teman, orang-orang di rumah, pokoknya siapa saja yang saya temui. Rasanya lega dan senang kalau bisa membuat orang yang ngobrol dengan saya bisa tertawa. Menghibur orang adalah passion saya. Tujuan saya sederhana sekali, ingin selalu memberi tawa di wajah orang-orang yang berbincang dengan saya.
Terinspirasi dari siapa semangat kerja Anda?
Saya terinspirasi teman baik saya, konsultan karier Rene Suhardono. Dia bilang, di saat kita bekerja berdasarkan passion things will turn out not just good but…. Great!
Kelucuan Anda membuat Anda terlihat istimewa?
Membuat orang tertawa, bagian dari kekuatan juga, bukan?
Jadi, lucu itu seksi?
Seksi itu cerdas kapan saja dan di mana saja, termasuk tahu kapan memberikan lelucon segar untuk membuat orang lain tertawa.
Kalau mesti menyebut 5 hal sebagai cerminan diri Anda?
Tak perlu serius, ya. Pekerja keras, ceria, rajin menabung, solehah, pandai mengaji, dan anak budiman.Bagaimana…? (Tertawa)
Apa yang Anda lakukan di waktu senggang?
Cari bahan melucu, tengok kanan kiri, siapa tahu ada yang lucu.
Fatimah Mahdi