Saat menunggu hidangan, sepiring tahu pong dengan saus petis jadi camilan pembuka. Walau petisnya tidak terlalu kuat, tahu pong inilah yang banyak dicari pengunjung.
Tiga buah wadah plastik besar berisi potongan ayam goreng sudah hampir habis saat femina datang bertandang. Padahal, waktu baru menunjukkan pukul 19.00 WIB. Sudah tentu, ayam goreng jadi tujuan utama bersantap. Ayamnya empuk dengan cita rasa bumbu seperti bumbu opor. Bagi femina, menyantap satu saja tentu tidak cukup. Makanya, langsung tiga potong ayam berpindah ke dalam perut. Apalagi disantap dengan sambal kecap plus bawang merah iris dan ulekan kacang serta nasi hangat yang dimasak dalam kukusan bambu tradisional, membuat makan jadi makin bersemangat.
Ada juga udang goreng yang berukuran lumayan besar. Manis dan segar, lengkap dengan kepala dan kulitnya yang krenyes. Menyantapnya pun harus dengan bawang merah, bawang putih, dan bawang daun cung. Bawang-bawang tersebut dipercaya bisa mengusir kolesterol dan masuk angin. Biar makin lekker, cocol dengan sambal tomat atau sambal terasi.
Lokasi: Jl. Tidar No. 22, Surabaya. Telp: (031) 5315361. Harga*): Rp3.000 – Rp34.000. Jam Buka: 15.00 – 22.00 WIB. Suasana: Rumah makan dengan suasana yang agak panas.
Foto: HP