“Penguatan otot-otot dengan melatih tubuh secara baik melalui olahraga teratur akan membuat sirkulasi darah lancar. Sehingga, koordinasi antara saraf otak dengan otot akan lebih baik,” ujar dr. Herianto.
Jika tremor makin mengganggu aktivitas sehari-hari, dr. Herianto menyarankan untuk melakukan pemeriksaan medis. Dokter biasanya akan menggali informasi mengenai gejala awal atau tanda-tanda, faktor pencetus, medikasi, riwayat keluarga dan gejala lain, serta melakukan pemeriksaan fisik. “Analisis keterbatasan fungsional misalnya kesulitan dalam pekerjaan, kurangnya rasa percaya diri dalam kehidupan sosial, kesulitan dalam memegang pensil atau menulis, harus dilakukan,” ujarnya.
Tidak semua penderita tremor harus menjalani pengobatan. Biasanya, pengobatan dilakukan bila tremor sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki profesi yang butuh ketepatan tangan, seperti arsitek, pelukis, atau dokter ahli bedah.
Obat-obatan yang diberikan untuk penderita tremor esensial umumnya berfungsi meredakan rasa cemas dan gugup, serta antidepresan. Sedangkan untuk mengatasi tremor simtomatik, tentu saja perlu dicari tahu pemicu utamanya, apakah parkinson, hipertiroid, atau penyakit lain untuk menentukan pengobatan yang tepat. Bila semua itu tidak mengurangi tremor, dokter akan mempertimbangkan untuk tindakan operasi, yaitu pemasangan stimulator pada otak kecil atau cerebellum yang merupakan bagian dari sistem saraf pusat, pengontrol gerak dan keseimbangan.
DESIYUSMAN MENDROFA