Health & Diet
Autistik Bukan Penyakit

9 Nov 2015

Menurut Yayasan Autisma Indonesia, pandangan bahwa semua individu dengan gangguan spektrum autistik harus mengikuti terapi tertentu, jika tidak autisme mereka akan makin parah, adalah salah. Alasannya, soal terapi tidak bisa dipukul rata karena sesungguhnya tidak ada satu pun terapi yang dapat dipakai untuk memperbaiki semua gejala pada semua individu.

Penanganan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. “Autistik bukan penyakit karena itu tidak ada istilah sembuh. Terapi yang dilakukan bertujuan untuk membuat anak bisa hidup di tengah masyarakat, berfungsi dan adaptif,” ujar Feka Angge Pramita, M.Psi, psikolog anak dan praktisi DIR/Floortime di Klinik Anakku.

Advertisement
Salah satu terapi yang mengundang kritik sehingga mulai ditinggalkan adalah terapi yang memaksa anak autis untuk mengingat dan melakukan sesuatu selama berjam-jam. Tak hanya itu, terapi tersebut memakan waktu 40 jam seminggu.

Dulu fokusnya adalah anak yang diterapi, tapi orang tua dan keluarganya tidak dilibatkan. ”Bahkan, orang tua tidak boleh sama sekali terlihat oleh anak selama terapi. Anak hanya diberi instruksi-instruksi, sehingga anak seperti robot dan tidak diperbolehkan ada inisiatif,” ujar Feka. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?