Dulu fokusnya adalah anak yang diterapi, tapi orang tua dan keluarganya tidak dilibatkan. ”Bahkan, orang tua tidak boleh sama sekali terlihat oleh anak selama terapi. Anak hanya diberi instruksi-instruksi, sehingga anak seperti robot dan tidak diperbolehkan ada inisiatif,” ujar Feka. (f)