Trending Topic
Atraksi Goyang Pinggul

18 May 2014


Belly dance Jakarta
Atraksi Goyang Pinggul


Belly dance memang tengah naik daun beberapa tahun belakangan ini. Inilah yang mendorong Christine Yaven (30) bersama 5 orang teman dekatnya memulai kegiatan latihan belly dance bersama di tahun 2006. Kini, komunitas Bellydance Jakarta sudah berkembang cukup besar dengan anggota mencapai 100 orang lebih. Anggotanya pun beragam, mulai dari remaja sekolah, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga, dengan range usia antara 17 hingga 60 tahun.
    Menurut Christine, siapa saja bisa bergabung, asal ia senang dan punya tekad untuk belajar tarian asal Timur Tengah ini. Uniknya, banyak juga wanita bertubuh subur yang ikut berlatih. “Memang tidak ada batasan usia, apalagi batasan bentuk tubuh. Siapa saja bisa melakukan belly dance,” kata wanita pemegang sertifikat belly dance teaching class dari Mesir ini.

    Viva Nurhanifah (39) adalah salah satu anggota yang sudah 5 tahun bergabung dengan Bellydance Jakarta. Seminggu sekali ia berlatih bersama komunitas tersebut. Dengan jam terbang yang cukup banyak dan sudah berada di tingkat intermediate, Viva mengaku tak sungkan untuk ikut tampil dalam berbagai pentas bersama penari Bellydance Jakarta lainnya. “Untuk bisa naik level kita memang harus mengikuti recital, jadi harus berani naik panggung,” ungkap wanita yang mengaku mendapat banyak teman baru di komunitas ini.
     Menurut Christine, Bellydance Jakarta selalu rutin mengadakan pentas bagi anggotanya. Ada pentas internal yang disebut hafla (bahas Arab yang artinya pesta) yang diadakan 3-4 kali dalam setahun, hingga pentas akbar bertema yang dilakukan satu tahun sekali. Selain itu, mereka juga banyak menerima undangan dari pihak luar, seperti acara wedding, pembukaan restoran, ataupun event bertema Timur Tengah yang sering digelar di hotel atau mal-mal.
Pentas hafla tanpa tema menjadi ajang yang paling ditunggu para anggota karena mereka bisa menunjukkan hasil kerja keras latihan kepada keluarga dan teman-teman yang datang untuk menyaksikan. Biasanya, mereka menyewa tempat di restoran dan akan ada 6 hingga 10 penari yang tampil di hadapan teman dan keluarganya.
    “Sebenarnya, saya ingin mengubah persepsi masyarakat tentang belly dance yang identik dengan olahraga mengecilkan perut atau tarian erotis. Di negara asalnya, tarian ini sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saja saat pernikahan, pasti ada pertunjukan belly dance,” kata Christine.
Advertisement

    Itu sebabnya, kepada anggota Bellydance Jakarta, Christine selalu menekankan mereka untuk menari secara profesional sesuai dengan teknik belly dance yang dipelajarinya secara formal. “Belly dance itu seni tari yang amat kompleks. Jadi, saya fokus mengajarkan anggota komunitas belly dance Egyptian Style yang termasuk paling kompleks dan anggun gerakannya,” jelasnya.
Selain rutin berlatih, para anggota Bellydance Jakarta juga tak ragu  meluangkan waktu lebih banyak untuk latihan di kala mereka sedang mempersiapkan sebuah pentas. Ditekankan oleh Christine, persiapan itu penting, karena tarian harus diselaraskan dengan tema pertunjukan mewah.
Saat mereka tampil dalam pementasan akbar yang mengusung tema The Divas, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), tahun 2013 lalu, misalnya. Para penari Bellydance Jakarta tampil total dalam balutan kostum mewah warna-warni yang khusus dipesan dari Mesir. Mereka terlihat dinamis menampilkan liukan-liukan tubuh nan indah, tapi jauh dari kesan seronok.

Tiap tahun Viva tak pernah absen ikut naik pentas di GKJ. “Pementasan di GKJ itu bagi saya sebuah kebanggaan. Karena kami ditonton oleh banyak orang. Nervous memang, tapi saya  senang karena kemampuan saya menari bisa diapresiasi orang lain,” jelas Viva.
Viva memang pantas berbangga diri, pasalnya Bellydance Jakarta merupakan satu-satunya komunitas belly dance yang ditawari pentas di GKJ sepanjang tahun 2010 hingga 2013. Penonton selalu meluap  tiap kali mereka pentas di GKJ. Tiket seharga Rp150.000 nyaris terjual habis untuk gedung berkapasitas 400 orang tersebut. GKJ bahkan mengajak komunitas ini untuk memeriahkan acara GKJ lainnya, seperti International Festival dan Jakarta Annual Festival.

Kini, Christine boleh bersenang hati karena komunitas Bellydance Jakarta sudah mulai mendapat tempat di masyarakat berkat pementasan yang makin sering mereka lakukan. Tak hanya pentas di dalam negeri, mereka juga beberapa kali mendapatkan undangan untuk pentas di luar kota, bahkan hingga ke negeri tetangga, Malaysia. Yang membanggakan, komunitas Bellydance Jakarta berhasil menjadi runner up International Belly Dance Festival 2013, sebuah ajang kompetisi bertaraf internasional. Mereka juga telah memiliki 1.400 follower di Facebook yang selalu mencari update tentang jadwal pentas mereka. (Reynette Fausto)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?