Wajah dan tubuh kekarnya pun kerap menghias sampul majalah pria, termasuk dipercaya menjadi image bagi produk grooming pencuci wajah untuk pria. Namun, lulusan Magister Manajemen dari Universitas Trisakti ini bukan tipe pria yang terlalu teliti untuk urusan berdandan.
“Cukup menjaga kebersihan tubuh sewajarnya, seperti mandi dan cuci muka. Sebab, olahraga saya ini memang memproduksi banyak keringat. Jadi, menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh sangat penting,” jelas pria yang disiplin dalam menjalani latihan fisik dan menjaga asupan nutrisi untuk tetap tampil prima, di dalam atau di luar lapangan, ini.
Di balik penampilannya yang sempurna, prestasi pemain tengah ini tidak perlu diragukan lagi. Tahun 2009, tiga penghargaan ikut disabetnya, yaitu Champion of Indonesian Basketball, Runer Up Asean Basketball League, dan 6th Place Asian Championship.
Tergabung dalam klub Satria Muda, ia beberapa kali memperkuat tim nasional basket Indonesia dalam ajang SEA Games. Bahkan, berhasil merebut medali perak di SEA Games 2015 di Singapura. Baru-baru ini, ia juga mengawal timnya menjadi juara di National Basketball League (NBL) Indonesia Championship Series 2015.
Dalam kehidupan pribadi, Dodo yang Desember ini akan kembali beraksi dalam laga Indonesian Basketball League (IBL) untuk musim 2015/2016, yang berlangsung di 6 kota di Pulau Jawa, mengaku sebagai sosok yang tidak ribet dan cukup spontan. Termasuk dalam menjalani hubungan sehari-hari dengan sang kekasih. “Saya tidak pernah benar-benar memikirkan secara khusus harus memakai baju seperti apa untuk berkencan, atau harus pergi ke tempat yang seperti apa. Semuanya mengalir saja,” ujar pria yang mengaku kalau soal masa depan, ia adalah sosok yang sangat terencana.
Meski mengklaim dirinya bukan tipe pria romantis, nyatanya Dodo bisa saja tiba-tiba menyambut kekasihnya yang baru pulang kantor dengan masakannya sendiri. “Yang gampang-gampang saja, seperti steak,” katanya, enteng. Untuk membangun mood, ia akan mengganti nyala lampu dengan terang lilin yang romantis. (f)