Health & Diet
Asupan Sehat Saat Liburan

15 Jun 2015

Saat liburan, biasanya tak lepas dari icip-icip makanan lokal. Agar berat badan tak melonjak namun tetap bisa menikmati wisata kuliner, Anda perlu memperhatikan empat hal ini. 

Bekal Buah-buahan
Jika pilihan makanan yang tersedia cenderung tidak sesuai selera, bawalah buah sebagai pengganti sumber asupan nutrisi. Buah-buahan dapat menjadi sumber karbohidrat, juga mengandung cukup banyak air dan serat yang bersifat mengenyangkan, sehingga menetralisasi kecenderungan untuk makan terlalu banyak. Apalagi, buah-buahan rasanya tidak akan jauh berbeda di negara mana pun.

Pilihlah buah pisang, apel, dan jeruk yang mudah didapat dan praktis untuk dikonsumsi. Beli  buah-buahan di hari pertama Anda tiba, baik itu di pasar swalayan ataupun farmer’s market. Ini juga menjadi kesempatan Anda untuk mencoba buah-buahan lokal. Cucilah buah-buahan tersebut dan persiapkan sebagai bekal berjalan-jalan di hari-hari berikutnya.

Strategi Makan Sayuran

Di negara-negara di Eropa dan Amerika Utara, salad umum disajikan sebagai side dish. Sementara itu, di Jepang dan Korea, acar sayuran seperti kimchi tak pernah absen dari menu. Bila Anda tidak terbiasa menyantap salad atau acar, coba tanyakan apakah tersedia sayuran rebus atau kukus sebagai penggantinya.
   
Sementara itu, lain negara, lain pula isi dan dressing pada salad-nya. Di Yunani misalnya, salad disajikan dengan topping keju feta, yang mungkin rasanya masih asing di lidah orang Indonesia. Sehingga, saat memesan salad, mintalah untuk memberikan sedikit saja keju. Cara lainnya adalah meminta keju atau salad dressing di wadah terpisah, agar Anda bisa menambahkannya ke dalam mangkuk salad sesuai selera.
   
Untuk menyeimbangkan cita rasa makanan yang relatif asin dan asam, karena acar sayuran termasuk jenis makanan yang diproses dan oleh karenanya tinggi kadar garamnya, jangan lupa perbanyak minum untuk merehidrasi tubuh.
Advertisement

Tak Perlu Berpantang Daging
Jangan terlalu khawatir untuk menyantap hidangan daging merah, karena pada dasarnya daging merah bukanlah musuh. Yang berpotensi menjadi sumber penyakit adalah bila daging dikonsumsi terlalu banyak, atau terlalu sering, atau dimasak dengan banyak santan dan digoreng.
   
Di mana pun Anda berada, ingat, makanan yang diproses, termasuk processed meat, memiliki kandungan garam yang cenderung tinggi. Terlalu banyak makan garam akan membuat tubuh Anda menahan banyak cairan, sehingga badan akan terasa berat dan tak nyaman. Karena itu, sebisa mungkin pilih  daging segar daripada processed meat. Aturannya,   tiap tiga kali makan makanan segar, Anda boleh makan processed meat satu kali.

Alkohol untuk Menghangatkan Tubuh?
Di negara bercuaca dingin, minuman beralkohol atau yang rasanya manis umum dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh. Dalam satu hari, batasan konsumsi alkohol adalah dua unit alkohol bagi wanita, dan tiga unit bagi pria. Satu unit alkohol untuk bir adalah satu kaleng berukuran 330 ml, untuk wine adalah satu gelas berukuran sekitar 100-150 ml, dan untuk liquor seperti wiski atau tequila adalah satu seloki sebanyak 35-40 ml.

Tanpa alkohol, Anda tetap bisa menghangatkan tubuh kok. Konsumsi air hangat, makanan yang panas seperti sup, atau pakaian hangat, tak hanya mengandalkan alkohol atau makanan manis dan berlemak.





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?