“Kini, produsen produk bermerek palsu yang kebanyakan dari Cina makin lama makin pintar,” ujar Rubiyani Rulianto, pemerhati tas bermerek asli dan penjual second hand branded bag yang bernaung dalam Hiperbratic. “Sebagai pembeli, saya pun jadi makin hati-hati karena tas aspal atau KW tersebut makin mirip. Masyarakat awam sering kali kesulitan membedakan tas bermerek yang palsu dan yang asli,” katanya. Tak heran jika ia tiap minggu selalu hadir di kawasan belanja Glodok dan Pasar Baru untuk mengetahui dan membandingkan perkembangan tas aspal tersebut.