Flatbread pada awal permulaan tidak mengandung bahan tambahan lain, seperti potongan buah atau biji-bijian. Belakangan flatbread dibuat dengan menambahkan biji-bijian, seperti wijen, bubuk cabai, atau poppy seed, sebagai variasi.
Dalam pembuatan roti umumnya, adonan akan dibiarkan istirahat sejenak untuk proses proofing (pengembangan) dan relaksasi gluten sebelum dipanggang sehingga ukurannya bisa mencapai dua kali lipat. Dalam pembuatan flatbread, karena adonannya tidak mengandung bahan pengembang, maka tidak memerlukan proses leavening (mengembang karena peragian) setelah dicampur. Cukup dibentuk dan langsung dipanggang hingga matang dan kering. Karena itu, roti yang dihasilkan cenderung bantat, tidak mengembang seperti roti pada umumnya. Terkadang adonan menggelembung di bagian tengahnya dan membentuk rongga pada saat dipanggang.
Christine Winata