Health & Diet
Antara Obat Resep Dan Obat Bebas

11 Sep 2014


Obat bebas
Obat bebas terdiri dari obat batuk, flu ringan, obat sakit kepala, atau antinyeri, obat demam, obat sakit perut, vitamin, dan lainnya. Obat ini mudah didapatkan dan dibeli secara bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter.
• Simpan obat dalam kemasan aslinya. Pada kemasan asli (etiket) obat tersebut tertera cara penggunaan dan informasi penggunaan obat. Hal ini penting agar Anda selalu mengetahui keterangan obat dengan lengkap.
• Periksa tanggal kedaluwarsanya tiap kali membeli obat. Jangan lupa meminta  penjelasan kepada apoteker tentang cara penyimpanan obat yang Anda beli. Lakukan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa minimal 1 kali dalam sebulan.
• Simpan di tempat sejuk dan kering dengan temperatur udara 20º-30º Celsius.
• Tidak menyimpan obat tetes mulut, telinga dan hidung, maupun salep atau krim yang mengandung air dalam waktu lebih dari 6 bulan.  Obat berbentuk cair adalah sediaan yang paling cepat rusak karena bakteri dan jamur tumbuh baik di lingkungan basah/berair.
Advertisement

Obat resep dokter

Simpan obat rutin yang biasa diberikan untuk mengendalikan penyakit seperti menjaga kadar kolesterol atau tekanan darah. Anda tidak perlu   menyimpan obat resep dari dokter untuk penyakit akibat infeksi. Jika Anda sakit dengan gejala yang sama sekalipun, jangan menggunakan obat yang belum habis dan sempat tersimpan beberapa saat. Karena, bisa saja penyebab dan indikasinya berbeda.
• Resep antibiotik harus diminum sampai habis dan segera singkirkan.
• Beri catatan singkat pada pembungkus obat resep Anda (termasuk obat resep untuk anak) yang masih diminum. Misalnya, kapan diberikan oleh dokter, aturan minum, jenis obat, serta keluhan yang terjadi ketika Anda mendapatkan obat tersebut.
• Untuk salep atau obat tetes mata yang sifatnya obat resep, setelah penyakitnya  sembuh   jangan disimpan, segera dibuang. Tiap kondisi beda indikasi, mungkin saja terkontaminasi virus saat dikenakan.(DESIYUSMAN MENDROFA)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?